Operasi Kista Penyebab Kim Jong Un Absen dari Pandangan Publik

- Kamis, 30 Oktober 2014 15:38 WIB
Seoul (SIB)- Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, yang belum lama ini menghilang dari pandangan publik selama sekitar enam minggu, ternyata telah menjalani operasi pengangkatan kista dari pergelangan kaki kirinya, kata seorang anggota parlemen Korea Selatan (Korsel).Seperti dilansir dari Associated Press, Rabu (29/10), Badan Intelijen Nasional Korsel mengatakan kepada para anggota parlemen dalam pertemuan tertutup bahwa kista ditemukan di pergelangan kaki kiri Kim antara bulan Mei dan Juni awal tahun ini. Kista tersebut mungkin telah menyebabkan kerusakan saraf otot dan mendorong Kim untuk menjalani operasi pergelangan kaki antara September dan Oktober, kata anggota parlemen Korsel Lee Cheol-woo.Pada pertemuan itu, para anggota parlemen diberitahu bahwa "sejumlah pakar Eropa" telah menangani operasi untuk mengatasi sindrom tarsal tunnel. Sindrom tersebut disebabkan oleh kompresi di pergelangan kaki, yang diketahui dapat menyebabkan rasa sakit selama berdiri dan berjalan. Kim diyakini sudah pulih. Namun kista tersebut dapat muncul kembali mengingat Kim menderita obesitas dan punya jadwal yang padat. Setelah ketidakmunculannya yang mencolok hampir sepanjang September, Kim terlihat lagi pada 14 Oktober, ketika media pemerintah Korea Utara menerbitkan foto-foto dirinya, di mana Kim yang berseri-seri menggunakan tongkat di tangan kirinya saat melakukan "kunjungan lapangan" di distrik perumahan yang baru dibangun. Kim tidak terlihat di depan umum sejak dia dilaporkan menghadiri konser bersama istrinya pada 3 September. Itu merupakan ketidakhadirannya yang terpanjang sejak penampilan pertamanya di publik pada 2010, lapor NK News, sebuah situs yang ditujukan untuk menganalisis Korea Utara (Korut).Para anggota parlemen Korsel juga diberitahu bahwa pembersihan politik berlanjut di Korut, sebagai tindak lanjut dari eksekusi terhadap paman Kim, Jang Song Thaek. Korut mengeksekusi 10 pejabat partai oleh regu tembak atas berbagai tuduhan, termasuk korupsi. Para pejabat intelijen juga mengatakan kepada anggota parlemen itu bahwa para pejabat militer senior diturunkan pangkatnya karena akurasi yang buruk dalam latihan artileri.Sebelum ketidakmunculannya yang lama itu, Kim terlihat pincang. Hal itu mendorong munculnya teori bahwa ia menderita penyakit yang mungkin terkait berat badannya yang berlebih hingga terkena campak. Ketidakhadirannya yang mendadak menjadi kekhawatiran pada awal bulan ini saat dia tidak muncul pada acara-acara untuk menandai ulang tahun ke-65 Partai Pekerja Korea Utara.Ketidakmunculan Kim telah memicu banyak spekulasi. Sejak Kim kembali muncul, Korut telah merilis beberapa fotonya tetapi belum merilis video. Menurut Dr Kim So Yeon, mantan dokter pribadi kakek Kim, yaitu Kim Il Sung, Kim mewarisi sejumlah masalah kesehatan, termasuk masalah psikologis dan riwayat obesitas. Dokter itu mengatakan, Kim Il Sung dan ayah Kim, yaitu Kim Jong Il, menderita diabetes, masalah jantung dan stres.Setelah mempelajari sejumlah foto, dokter itu mengatakan, wajah Kim tampaknya telah bengkak akibat konsumsi obat penghilang rasa sakit. Dia juga berspekulasi, Kim telah mendapat suntikan hormon guna membuatnya tampak lebih mirip kakeknya, pendiri Korut yang masih dihormati. Nyawa TaruhannyaMenurut laporan Badan Intelijen Korea Selatan (Korsel), National Intelligence Service (NIS). Sepanjang tahun 2014, Pemerintah Korea Utara (Korut) telah mengeksekusi 50 orang dari instansi pemerintah dan militer. Korban dari “pembersihan” ini termasuk 10 anggota Partai Pekerja yang ketahuan menonton drama Korsel. Seperti dilansir The Telegraph, Rabu (29/10), mereka dieksekusi dengan cara ditembak oleh regu penembak.Pemerintah Korut sangat keras dalam aturan tentang media. Di Korut, hanya ada satu stasiun televisi, yaitu KCNA, yang dimiliki oleh pemerintah. Mereka melarang warganya menonton acara dari negara lain, termasuk dari China dan Korsel. Jika tepergok, hukuman mati sudah menanti.Selain itu, Pemerintah Korut juga membatasi penggunaan smartphone dan peredaran surat kabar di sana. Hanya orang-orang tertentu yang mempunyai smartphone dan bisa membaca koran. Selain itu, interaksi warga Korut dengan warga negara lain turut dibatasi. (AP/R16/Telegraph/okz/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Enam Saksi Dihadirkan, Fakta Persidangan Ungkap Skema Kerja Sama

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Sat Lantas Polres Tanjungbalai Kawal Pawai Pelajar Darul Fikri

Luar Negeri

Operasi Keselamatan Toba 2026 Capai 12.090 Penindakan

Luar Negeri

Polres Belawan Sosialisasikan Kamseltibcar Lantas di Medan Deli

Luar Negeri

Ops Keselamatan Toba 2026, Satlantas Polres Tanjungbalai Ingatkan Sopir Pikap Bahaya Overload