Paris (SIB)- Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve menolak mundur dari jabatannya. Publik telah mendesaknya mundur setelah kematian seorang demonstran dalam bentrokan dengan polisi Prancis. Remi Fraisse (21) tewas dalam bentrokan antara demonstran lingkungan dengan polisi setempat, akhir pekan kemarin. Bersama demonstran lainnya, korban menuntut pembatalan pembangunan bendungan di kawasan hutan Testet, Prancis bagian selatan.Dalam laporan awalnya, jaksa setempat menuturkan, kemungkinan korban tewas akibat aksi kekerasan yang melibatkan granat. Peralatan semacam itu memang terkadang digunakan polisi setempat untuk memecah dan membubarkan demonstran, jika situasi semakin panas dan tak terkendali. "Saya sama sekali tidak memiliki niat untuk mengundurkan diri ketika saya melaksanakan tugas saya bagi negara dan republik ini," tegas Cazeneuve kepada radio setempat, Europe 1 dan dilansir Reuters, Rabu (29/10).Cazeneuve yang merupakan sekutu dekat Presiden Francois Hollande ini, menyatakan kepolisian setempat memiliki tugas moral untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dalam bentrokan tersebut. Dia menegaskan, jika memang terjadi tindakan kekerasan atau penganiayaan oleh polisi, maka sanksi harus dijatuhkan.Pemimpin Green Party yang pernah menjadi mitra Hollande, melontarkan kritik terhadap pemerintah karena tidak mengecam lebih keras kematian Fraisse. Sementara itu, dalam pernyataannya Cazeneuve mengumumkan, penggunaan granat ditangguhkan sementara, hingga penyelidikan insiden ini selesai. (Rtr/dtc/q)