Connecticut (SIB)- Seorang ayah di Connecticut, Amerika Serikat menggugat sekolah anaknya karena merasa didiskriminasi terkait Ebola. Putrinya yang berusia 7 tahun dilarang masuk sekolah setelah menghadiri pesta pernikahan di Nigeria.Anak perempuan Stephen Opayemi dilarang masuk sekolah selama 21 hari setelah pulang dari Nigeria. Padahal anak Opayemi tidak menunjukkan gejala Ebola dan kesehatannya sangat baik. Namun orang tua murid lainnya serta para guru khawatir jika anak Opayemi menularkan Ebola ke murid-murid lainnya di lingkungan sekolah. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (29/10).Merasa didiskriminasi, Opayemi mengajukan gugatan hukum ke pengadilan federal di New Haven, Connecticut. Dia meminta hakim untuk memerintahkan otoritas sekolah di Milford segera mengizinkan putrinya kembali ke sekolah. "Kami berharap bahwa hal ini akan bisa mengembalikannya ke sekolah, sesegera mungkin," tutur istri Opayemi, Ikeolapo dalam wawancara di kediamannya.Namun sang ibu menolak untuk membahas detail gugatan. Dia hanya menyebut, keluarganya sudah lebih dari 6 tahun tinggal di Milford. Saat ditanya apakah dia terkejut dengan perlakukan pihak sekolah, Ikeolapo hanya mengangguk.Bocah perempuan kelas tiga SD yang bernama Ikeoluwa Opayemi tersebut pergi dan pulang dari Lagos, Nigeria antara 2 Oktober hingga 13 Oktober lalu. Sang ayah yang asli Nigeria, ikut dalam perjalanan tersebut. Sejauh ini, tercatat ada 20 kasus Ebola di Nigeria dan sebanyak 8 kasus berujung kematian, sebelum akhirnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan negara tersebut bebas Ebola pada 19 Oktober lalu. Pusat penyebaran virus mematikan ini berada di tiga negara Afrika Barat, yakni Guinea, Liberia dan Sierra Leone. Sejauh ini, sekitar 5 ribu orang telah tewas akibat Ebola di tiga negara tersebut. (Detikcom/ r)