Helikopter Militer Suriah Bombardir Kamp Pengungsi

- Jumat, 31 Oktober 2014 15:13 WIB
Damaskus (SIB)- Satu helikopter militer Suriah membombardir kamp pengungsi di provinsi Idlib, Suriah utara. Korban jiwa pun berjatuhan, termasuk wanita dan anak-anak. Rekaman video yang diposting ke YouTube memperlihatkan mayat-mayat wanita dan anak-anak yang hangus terbakar. Tenda-tenda yang dihuni warga yang kehilangan tempat tinggal itu pun terbakar. Tampak pula orang-orang yang bergegas menyelamatkan para korban yang terluka. "Ini pembantaian pengungsi," demikian suara dalam rekaman tersebut. "Biarlah seluruh dunia melihat ini, mereka orang-orang yang mengungsi. Lihatlah mereka, mereka warga sipil, warga sipil yang mengungsi. Mereka kabur dari bombardir," ujar pria dalam rekaman tersebut seperti dilansir dari Associated Press, Kamis (30/10).Seorang pria lain di kamp Abedin tersebut mengatakan, sebanyak 75 orang tewas dalam serangan udara tersebut. Kamp tersebut menampung orang-orang yang melarikan diri dari pertempuran di provinsi Hama. Media pemerintah Suriah tidak menyebutkan soal pengeboman tersebut. Menurut organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights, 10 warga sipil dipastikan tewas dalam serangan bom barel yang dilakukan helikopter militer Suriah tersebut. Bom barel berisikan mesiu, bensin, paku dan pecahan besi.Pemerintah Amerika Serikat pun menyatakan "ngeri" atas laporan pengeboman tersebut. "Serangan atas kamp Abedin tak lain adalah barbar," cetus juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki dalam statemennya. "Sayangnya, jika ini memang benar pekerjaan rezim (Presiden Suriah Bashar al-Assad), ini semata-mata tindak kebrutalan terbaru oleh rezim terhadap rakyatnya sendiri," tandasnya. ISIS Bebaskan 25 AnakMilitan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) membebaskan 25 anak sekolah Kurdi yang sebelumnya diculik. Mereka merupakan bagian dari 150 anak-anak warga Kurdi yang diculik sejak Mei lalu. ISIS menculik anak-anak berusia 13-14 tahun dari kota Kobane, Suriah, ketika mereka baru pulang usai mengikuti ujian sekolah di Aleppo. Pembebasan anak-anak tersebut dilakukan secara bertahap. "Benar. Mereka dibebaskan dari Minbij (kota di Suriah) hari ini. Ini merupakan tahapan terakhir pembebasan mereka," ujar Wakil Menteri Luar Negeri wilayah Kobane, Idris Nassan kepada Reuters, Kamis (30/10). Nassan mengaku tak tahu alasan pembebasan anak-anak ini. Namun dia menduga, ini merupakan bagian dari propaganda ISIS.Pada Juli lalu, organisasi HAM berbasis di New York, Human Rights Watch (HRW) menyatakan, sebanyak 15 anak dibebaskan sebagai pertukaran dengan pembebasan tiga anggota ISIS yang ditahan pasukan Kurdi. Dalam kasus yang sama, ada dua bocah laki-laki yang berhasil melarikan diri dari ISIS. Menurut HRW, anak-anak tersebut mengaku dipaksa belajar ideologi jihad saat disandera ISIS.Keterangan yang sama disampaikan oleh organisasi pemantau HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights. Menurut mereka, ada lima anak lainnya yang dibebaskan secara bertahap selama beberapa hari, sebelum akhirnya 25 anak terakhir dibebaskan ISIS. (AP/dtc/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Gaza Kembali Dibombardir, 12 Tewas Jelang Pembukaan Perbatasan Rafah

Luar Negeri

Dua Jenderal Tertinggi China Dicopot, Diduga Bocorkan Rahasia Nuklir dan Rencana Kudeta

Luar Negeri

Tangis Haru Pecah Usai 21 Terdakwa Penganiaya Prada Lucky Divonis dan Dipecat

Luar Negeri

Jet Pribadi Jatuh, Panglima Militer Libya Tewas

Luar Negeri

Junta Militer Myanmar Serang RS di Rakhine

Luar Negeri

Militer Myanmar Gerebek Markas Penipuan Online, 350 Orang Ditangkap