Aung San Suu Kyi Bertemu Presiden Myanmar

- Sabtu, 01 November 2014 17:39 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir112014/hariansib_Aung-San-Suu-Kyi-Bertemu-Presiden-Myanmar.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
Yangon (SIB)- Presiden Myanmar Thein Sein telah membuka pembicaraan yang tak terduga dengan rival-rival politiknya, termasuk tokoh pro-demokrasi Aung San Suu Kyi, Jumat (31/10). Thein Sein dan Aung San Suu Kyi tampak berjalan bersama menuju pertemuan di ibukota Naypyidaw. Dilansir dari The Guardian, pertemuan itu digelar sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama berbicara pada Thein Sein dan Suu Kyi tentang pemungutan suara melalui telepon.Obama yang akan berkunjung ke Myanmar pada 12-13 November mendatang, juga menekankan pentingnya melakukan langkah-langkah mengatasi situasi kemanusiaan di Rakhine serta hak-hak sipil dan politik orang Rohingya. Kerusuhan terjadi di Rakhine pada 2012 antara etnis Rakhine dan Rohingya, menewaskan sedikitnya 200 orang dan lebih dari 140.000 orang mengungsi terutama Rohingya.Pertemuan tersebut hanya enam dari 70 partai politik Myanmar serta sejumlah perwakilan kelompok etnis yang diundang pada pertemuan. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah tentang tujuan pembicaraan, tapi diyakini terkait dengan tuntutan Obama agar Myanmar menggelar pemilu yang inklusif dan kredibel.Otoritas Myanmar telah menetapkan pelaksanaan pemilu pada pekan terakhir Oktober atau pekan pertama November 2015. Pemilu Myanmar pada 2010 dituding penuh kecurangan dan digelar tanpa membolehkan Suu Kyi ikut dalam pemilu. Pada Suu Kyi, Obama menyampaikan tentang bagaimana Washington dapat mendukung usaha mempromosikan toleransi, dihormatinya perbedaan dan situasi politik yang lebih inklusif. Selain bertemu Suu Kyi, Obama juga bertemu Thein Sein.Pada pemilu sela 2012, partai pendukung Suu Kyi NLD memenangkan hampir semua kursi yang terbuka. Sehingga NLD diyakini akan memenangkan suara mayoritas di parlemen pada pemilu 2015. Setelah itu parlemen akan memilih presiden.Suu Kyi yang berusia 69 tahun saat ini dilarang mengikuti pemilihan, karena Konstitusi Myanmar melarang siapapun yang memiliki pasangan atau anak dengan kewarganegaraan asing tidak dapat menjadi presiden. Mendiang suami dan dua putra pemenang Hadiah Nobel Perdamaian itu adalah warga negara Inggris. Sehingga banyak pihak menyebut konstitusi dibuat secara sengaja untuk menjegal Suu Kyi.Myanmar telah berjanji untuk melakukan pemungutan suara yang bebas untuk pertama kalinya dalam sejarah, sejak junta militer menyerahkan kekuasaan pada pemerintah kuasi-sipil tiga tahun lalu. Thein Sein telah mengejutkan komunitas internasional dengan sejumlah reformasi yang dramatis, membuat berbagai sanksi internasional terhadap Myanmar dicabut. (vivanews/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Jalan Nasional Sibolga – Tarutung Lumpuh

Luar Negeri

Cegah Aksi Balapan Liar, Polisi Gelar Operasi Malam di Pusat Kota Siantar

Luar Negeri

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Luar Negeri

Polisi Tangkap Tiga Pencuri Batik Senilai Rp 1,3 Miliar di JICC

Luar Negeri

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan

Luar Negeri

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Terima Kunjungan Edukatif Pesantren Darularafah Raya di Fuel Terminal Medan