Riyadh (SIB)- Sekretaris Jenderal Dewan Kerja sama Teluk (GCC), Abdullatif Al-Zayani, mengutuk keras rencana Israel baru-baru ini untuk membangun 1.000 unit rumah baru di Yerusalem Timur. Kegiatan Israel membangun rumah pemukim lain di Tepi Barat dan Yerusalem Timur itu sikap kepala batu pelanggaran hukum internasional atau resolusi internasional yang relevan. Tetapi juga menguraikan gangguan atas solusi dua negara, membatalkan semua upaya mencari penyelesaian damai yang ada konflik," kata Al-Zayani dalam satu pernyataan pers. Dia juga mengutuk tindakan sembrono baru-baru ini oleh otoritas Israel di Masjid Al-Aqsa, mencegah warga Islam Palestina beribadah di dalamnya, yang akan menambahkan pelanggaran serupa.Al-Zayani mendesak masyarakat internasional untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap pelanggaran terus menerus yang dilakukan Israel dalam berkontribusi menyediakan lingkungan yang menguntungkan bagi ekstremisme dan terorisme.Sementara itu Amerika Serikat mengecam niat Israel membangun 1.000 rumah lagi untuk pemukim Yahudi di timur Yerusalem itu, dan AS menilai tindakan itu bertentangan dengan upaya perdamaian. Juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki, Selasa lalu, mengatakan, Amerika Serikat sangat prihatin mendengar laporan tentang langkah pembangunan 1.000 unit rumah Yahudi oleh Israel.Sementara itu Israel menutup dua tempat penyeberangan perbatasan dengan Gaza, Minggu (2/11), setelah satu roket yang ditembakkan dari daerah Palestina itu menghantam wilayahnya. Tempat penyeberangan bagi orang dan barang itu, Erez dan Kerem Shalom telah ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut kecuali bagi bantuan kemanusiaan," kata seorang juru bicara militer.Dia mengatakan tindakan itu dilakukan setelah satu roket yang ditembakkan dari Gaza menghantam daerah Eshkol, Israel selatan Jumat, tanpa menimbulkan korban atau kerusakan properti. Itu adalah serangan pertama ke wilayah Israel sejak 16 September dan kedua sejak akhir perang 50 hari negara Yahudi di Gaza.Satu gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan para penguasa Hamas di Gaza berlaku pada 26 Agustus, mengakhiri konflik yang menewaskan 2.140 warga Palestina dan 73 warga Israel sebagian besar tentara. Kedua pihak diperkirakan akan segera memulai kembali berunding di Kairo sebagai bagian dari satu usaha untuk memperkuat gencatan senjata. (Ant/AFP/f)