Ouagadougou (SIB)- Presiden sementara Burkina Faso Isaac Zida, Senin (3/11), menyatakan tentara akan menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah peralihan pimpinan tokoh hasil permufakatan, dalam upaya meredakan tuduhan bahwa mereka merebut kekuasaan dalam kudeta militer.Presiden lama berkuasa negara itu, Blaise Compaore, turun pada pekan lalu setelah dua hari unjukrasa besar menentang upayanya memperpanjang kekuasaannya. Pada Sabtu, tentara menunjuk Letnan Kolonel Zida, yang dikecam politisi lawan dan negara Barat, yang mengusahakan pengembalian ke pemerintahan warga."Pemahaman kami adalah bahwa kekuasaan eksekutif akan dipimpin badan peralihan, tapi dalam kerangka undang-undang dasar, yang kami akan awasi dengan cermat," katanya dalam pertemuan diplomat di ibukota, Ouagadougou, tanpa memberikan jangka waktu.Gabungan partai oposisi dan lembaga masyarakat menolak pengambilalihan kekuasaan oleh tentara setelah Compaore mundur. "Lembaga lawan politik dan masyarakat menegaskan bahwa kemenangan pemberontakan di tangan rakyat dan akibatnya, pengelolaan peralihan, adalah milik rakyat dan tidak dengan cara apa pun oleh tentara," kata mereka dalam pernyataan. "Pembicaraan kami menegaskan bahwa peralihan itu harus demokratis dan dalam watak warga," katanya.Amerika Serikat mengutuk upaya tentara Burkina Faso memaksakan kehendak terhadap rakyatnya, dalam pernyataan Departemen Luar Negeri negara adidaya itu. "Kami menyeru tentara segera menyerahkan kekuasaan kepada pihak warga. Kami mendesak kepemimpinan warga dibimbing oleh semangat undang-undang dasar Burkina Faso dan segera bergerak menuju pemilihan presiden, yang bebas dan adil," kata pernyataan itu. Uni Afrika juga menekan militer Burkina Faso dan memberi militer negara itu waktu dua pekan untuk menyerahkan kekuasaan atau menghadapi sanksi.Sebelumnya, Letnan Kolonel Issaac Zida mengatakan mengambil-alih kekuasaan di Burkina Faso, kata pernyataan, yang dibacakan di Radio Omega, dalam yang tampaknya kudeta terhadap kepala staf tentara Honore Traore, yang sebelumnya mengatakan akan memimpin peralihan. (Ant/AFP/ r)