Gaza City (SIB)- Sekitar 20.000 pegawai pemerintah di Jalur Gaza mogok, Selasa (4/11), sebagai protes kepada pemerintah persatuan Palestina yang menolak membayar gaji anggota militer gerakan Hamas. Seluruh kementerian dan institusi lainnya yang dikelola Hamas di Gaza tutup kecuali sekolah-sekolah.Hamas mempekerjakan lebih dari 40.000 orang setelah menguasai Gaza tahun 2007 setelah bentrokan dengan kelompok Fatah, partai yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas. Setelah perjanjian rekonsiliasi yang menghasilkan pembentukan pemerintah prrsatuan nasional yang dipimpin Abbas, berpusat di Tepi Barat, Juni tahun lalu, Hamas melepaskan tanggung jawabnya untuk membayar gaji. Hamas secara teknis menyerahkan kekuasaan kepada pemerintah persatuan tetapi tetap secara defacto menguasai Gaza.Pemerintah Palestina yang berpusat di Tepi Barat pada awalnya menolak membayar gaji para karyawan itu, tetapi pada Rabu sekitar 24.000 pegawai pemerintah HAMAS menerima gaji mereka dari pemerintah persatuan. Sekitar 16.000 orang -- semuanya bekerja di dinas-dinas militer dan keamanan -- masih belum dibayar.Sementara dari Yerusalem Timur dilaporkan bentrokan kembali pecah di kompleks Masjid Al-Aqsa. Warga Palestina melempari polisi Israel dengan batu, hingga memaksa polisi Israel masuk ke dalam kompleks. Dalam keterangannya, kepolisian Israel menyebut bentrokan berawal ketika warga Palestina yang berunjuk rasa mulai melempari polisi Israel dengan batu dan petasan.Insiden pelemparan tersebut, menurut kepolisian Israel, terjadi beberapa menit sebelum kompleks Al-Aqsa dibuka untuk pengunjung umum. Bentrokan semacam ini cukup sering terjadi beberapa waktu terakhir. Selain masjid Al-Aqsa, di dalam kompleks tersebut juga terdapat Haram al-Sharif yang merupakan tempat suci ketiga bagi umat muslim dan juga Temple Mount yang merupakan tempat paling sakral bagi umat Yahudi.Tayangan televisi menunjukkan sejumlah polisi perbatasan Israel berlari masuk ke dalam kompleks Al-Aqsa. Sedangkan sekelompok warga Yahudi dan pengunjung kompleks tersebut harus menunggu di luar. "Polisi masuk ke dalam area tersebut, mendorong mundur perusuh bermasker, dan mereka kabur hingga ke dalam Al-Aqsa. Polisi kemudian menutup gerbang depan masjid tersebut, tapi tidak masuk," terang juru bicara kepolisian Israel, Micky Rosenfeld.Menurut Rosenfeld, polisi Israel kemudian menggunakan granat cahaya untuk membubarkan massa. Rosenfeld menambahkan, situasi saat ini sudah bisa dikendalikan. Secara terpisah, pengelola Al-Aqsa dari Palestina, Omar Alkeswani menyebutkan ada sekitar 20 orang yang terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel.Pekan lalu, Israel menutup akses ke kompleks masjid ternama tersebut dengan alasan keamanan, sebelum akhirnya dibuka kembali pada Jumat (31/10). Penutupan tersebut menuai kecaman dari banyak pihak. Bahkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut penutupan tersebut sebagai deklarasi perang. (Ant/AFP/ r)