Sosialita New York Divonis Bersalah Bunuh Anaknya yang Autis

- Jumat, 07 November 2014 11:34 WIB
New York (SIB)- Seorang sosialita konglomerat di New York, Amerika Serikat dinyatakan bersalah telah membunuh anaknya yang menderita autisme. Pembunuhan keji ini dilakukan di kamar hotel mewah di Manhattan, New York. Gigi Jordan yang dikenal sebagai miliarder dan mantan eksekutif farmasi terancam hukuman maksimal 25 tahun penjara. Dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat, telah meracuni anak laki-lakinya yang berusia 8 tahun, Jude Mirra hingga tewas pada tahun 2010 lalu."Gigi Jordan tidak menunjukkan belas kasihan terhadap anaknya, dan dia harus menerima hal yang sama saat dijatuhi hukuman," terang jaksa distrik Manhattan, Cyrus Vance dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Kamis (6/11). Belum diketahui pasti jadwal pembacaan putusan persidangan kasus ini. Namun pengacara Jordan menyatakan pihaknya akan mengajukan banding atas vonis apapun yang dijatuhkan nantinya."Kami menyatakan dari awal bahwa kasus ini bukanlah kasus pembunuhan, karena terdapat kondisi khusus yang mendalam dan mengerikan," sebut salah satu pengacara Jordan, Norman Siegel. Pengadilan mendakwa Jordan sengaja membuat anaknya overdosis obat yang diresepkan dokter di Peninsula Hotel, New York City.Namun dalam keterangannya, Jordan menyebut tindakan itu dilakukan karena rasa sayang dan ketakutan yang dirasakan, bahwa anaknya akan menjadi korban penganiayaan dan pelecehan seksual jika terus hidup. Tim pengacara Jordan yang termasuk seorang pengacara HAM ternama Ron Kuby, berargumen bahwa meskipun korban mengalami kesulitan dalam mengekspresikan dirinya, bocah tersebut mengindikasikan dirinya dicabuli dan dianiaya oleh ayah biologisnya, Emil Tzekov.Atas tudingan tersebut, Tzekov yang kini sudah menjadi mantan suami Jordan, membantahnya mentah-mentah. Dalam persidangan, jaksa menyatakan Jordan secara hati-hati merencanakan pembunuhan putranya, setelah keduanya berkeliling AS mencari pengobatan bagi korban. Menurut jaksa, Jordan membunuh anaknya karena tidak bisa menerima bahwa anaknya memiliki kondisi berbeda dan dia tidak bisa menyembuhkannya. (Detikcom/ r)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Mirip Manusia, Robot Berteknologi AI Gantikan News Anchor

Luar Negeri

Breaking News: Lion Air Jakarta-Pangkal Pinang Jatuh ke Laut, Basarnas Lagi Cari Korban

Luar Negeri

Kisah Sosialita Kecanduan Operasi Plastik yang Kini Punya $0 di Rekening

Luar Negeri

Pemkab Sergai-Polmed-AUT New Zealand Jalin Kerjasama Bidang Teknologi dan Energi Terbarukan

Luar Negeri

Limosin Tabrak Kerumunan Orang di New York, 20 Orang Tewas

Luar Negeri

TGB Tegaskan Tak Terima Gratifikasi dari Divestasi Saham Newmont