Bocah TK di India Diperkosa di Sekolahnya

* Mahasiswi Bunuh Diri Melompat ke Depan Kereta
- Kamis, 13 November 2014 12:23 WIB
New Delhi (SIB)- Lagi-lagi kasus pemerkosaan di India. Seorang bocah TK telah diperkosa di sebuah sekolah di pedesaan Kozhikode, negara bagian Kerala. Anak perempuan berumur 4 tahun itu diperkosa oleh dua anak laki-laki yang lebih tua, yang juga bersekolah di sekolah yang sama.Kepolisian setempat mengatakan seperti dilansir NDTV, Rabu (12/11), insiden tersebut terjadi pada 30 Oktober, namun baru dilaporkan ke polisi pada Selasa 11 November setelah korban akhirnya mengadukan insiden itu ke ibunya.Hasil pemeriksaan medis di rumah sakit swasta membuktikan telah terjadinya serangan seksual. Namun kepolisian juga masih menunggu laporan medis dari rumah sakit pemerintah untuk kelengkapan prosedur pemberkasan kasus.Kepolisian belum mengidentifikasi kedua anak laki-laki yang melakukan pemerkosaan. Penangkapan tersangka juga belum dilakukan. "Penyelidikan masih berlangsung... peran sekolah juga masih diselidiki... Korban dalam pernyataannya telah mengatakan bahwa dia bisa mengenali kedua anak laki-laki itu," ujar seorang polisi di kantor polisi Valayam. Sementara itu seorang gadis India berumur 20 tahun bunuh diri dengan melompat ke depan kereta yang melintas di stasiun kereta New Delhi. Korban merupakan mahasiswi Universitas New Delhi. Menurut kepolisian, mahasiswi tersebut melompat dari peron di stasiun metro Race Course, tepatnya di jalur Yellow Line pada Selasa, 11 November sekitar pukul 15.45 waktu setempat."Gadis berumur 20 tahun dilarikan ke rumah sakit RML dan dia dinyatakan sudah meninggal," tutur Wakil Kepala Kepolisian Sanjay Bhatia. "Kami telah memberitahu ayahnya tentang insiden ini," tuturnya tanpa menjelaskan lebih rinci. Belum diketahui alasan korban bunuh diri. Kepolisian setempat masih menyelidiki lebih jauh insiden ini. Polisi tidak menemukan pesan bunuh diri.Gadis tersebut diidentifikasi sebagai Murtaza, warga Najafgarh, New Delhi. Hal ini berdasarkan kartu perpustakaan yang ditemukan pada gadis tersebut. Kartu tersebut dikeluarkan oleh pihak Kalindi College, tempat gadis tersebut menempuh studi sebagai mahasiswa tingkat akhir. Insiden tragis ini sempat menimbulkan gangguan dalam operasional kereta di jalur Yellow Line. Sejumlah kereta telah mengalami penundaan.(Detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Cegah Aksi Balapan Liar, Polisi Gelar Operasi Malam di Pusat Kota Siantar

Luar Negeri

Sarang Narkoba di Mual Mas Bilah Hulu Digerebek, Gubuk Sabu di Lahan Sawit Dibakar

Luar Negeri

Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Luar Negeri

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan