Universitas di India Larang Mahasiswi Gunakan Perpustakaan

- Kamis, 13 November 2014 12:29 WIB
New Delhi (SIB)- Salah satu universitas tertua di India, Selasa (11/11), memutuskan untuk melarang siswa perempuan memasuki perpustakaan universitas itu karena dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi para mahasiswa. Shadab Bano, asisten profesor di Algarh Muslim University (AMU) mengatakan para mahasiswinya dilarang memasuki perpustakaan dengan berbagai alasan."Kami sudah melawan larangan ini sejak lama. Setiap kali kami mengajukan tuntutan, pengelola selalu merespon dengan berbagai alasan aneh untuk mencegah perempuan menggunakan perpustakaan," kata Shadab. "Awalnya mereka beralasan jalan menuju perpustakaan tidak aman untuk perempuan kini mereka memberikan alasan lain," lanjut Shadab.Sementara itu, Menteri Pendidikan India Smriti Irani dikabarkan sangat marah setelah membaca kabar ini di harian The Times of India. Menteri Irani menyalahkan Wakil Rektor AMU Zameer Uddin Shah atas masalah tersebut. Sebelumnya Shah pernah mengatakan jika perempuan diizinkan masuk ke perpustakaan maka jumlah mahasiswa yang mengunjungi perpusatakaan akan meningkat empat kali lipat."Saya sudah meminta sekretaris pendidikan tinggi untuk rincian masalah ini dan juga meminta klarifikasi dari pihak universitas. Kabar seperti ini yang datang dari universitas sangat menyakiti anak-anak perempuan kami," ujar Irani. Di lain sisi, keputusan AMU yang melarang perempuan menggunakan perpustakaan universitas mengundang banyak kecaman. "Dengan logika aneh anda tuan wakil rektor, maka seharusnya AMU juga melarang perempuan masuk ke dalam ruang kelas," kata Yogenda Yadav, salah seorang politisi terkemuka India.Menanggapi berbagai kecaman itu, juru bicara AMU mengatakan pernyataan wakil rektor Zameer Uddin Shah telah salah diartikan. "Dia hanya mengatakan terkait kondisi infrastruktur universitas, mengizinkan para mahasiswi akan membuat perpustakaan terlalu penuh," ujar juru bicara AMU, Rahat Abrar. "Mereka akan diizinkan masuk saat kondisinya memungkinkan. Saat ini fakultas perempuan sudah memiliki perpustakaan yang memadai dan bisa digunakan para mahasiswi," tambah Abrar. AMU yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh merupakan salah satu sekolah yang memiliki akar sistem pendidikan barat. AMU sudah berdiri di wilayah tersebut sejak 150 tahun lalu. (AFP/kps/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Cegah Aksi Balapan Liar, Polisi Gelar Operasi Malam di Pusat Kota Siantar

Luar Negeri

Sarang Narkoba di Mual Mas Bilah Hulu Digerebek, Gubuk Sabu di Lahan Sawit Dibakar

Luar Negeri

Satu Tahun Berjalan, Program CKG di Kota Medan Capai 96 Persen Sekolah

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Usut Dugaan Suap Impor, KPK Buka Kemungkinan Pemanggilan Gito Huang

Luar Negeri

Tudingan Setoran Fantastis Rp 1 Miliar, Kapolres Bima Kota Jadi Sorotan