Kolombo (SIB)- Presiden Sri Lanka menuduh utusan penting Norwegia secara sembunyi-sembunyi membiayai pemberontak Macan Tamil dalam perundingan perdamaian menjelang serangan militer, yang melumpuhkan pemberontak itu pada 2009.Presiden Mahinda Rajapakse mengemukakan itu dalam rapat umum, Sabtu, saat ia meminta Oslo menyelidiki peran Erik Solheim, mantan menteri pembangunan internasional Norwegia dan utusan perdamaian untuk Sri Lanka.Solheim gagal menjamin terwujudnya satu perjanjian perdamaian kendatipun mengatur satu gencatan senjata yang gagal April 2006. Tiga tahun kemudian, pasukan Sri Lanka memadamkan pemberontakan bagi satu negara sendiri Tamil dalam satu operasi militer yang kontroversial.Rajapakse dalam pidatonya, yang fotokopinya diperoleh dari kantornya Ahad, mengatakan Solheim memberikan uang kepada pemberontak itu bahkan ketika usaha-usaha perdamaian sedang berlangsung.Solheim, seorang tokoh penting yang memimpin usaha-usaha perdamaian Norwegia antara tahun 1999 dan 2006, baru-baru ini mengumumkan kesediaannya untuk memberikan bukti sebelum pengadilan internasional mengusut catatan perang Sri Lanka.Sri Lanka mengalahkan pemberontak Macan Pembebasan Tamil Eelam (LTTE) Mei 2009 dalam satu operasi militer besar-besaran yang menimbulkan tuduhan-tuduhan bahwa pasukan membunuh sekitar 40.000 warga Tamil, satu tuduhan yang dibantah Kolombo."Solheim mengemukakan kepada saya bahwa pasukan kita tidak akan pernah dapat mengalahkan LTE. Ia mengatakan (pemimpin Velupillai) Prabhakaran seorang yang sangat sangat bersih. Seorang militer jenius," kata Rajapakse."Sekarang Solheim sedang berusaha bangkit dan memberikan bukti terhadap kita. Pemerintah Norwegia haru menyelidiki perilakunya. Kita memiliki bukti tentang dia memberikan uang kepada LTTE. Kita siap menyerahkan bukti itu," katanya.Solheim tidak dapat segera dihubungi untuk diminta komentar.Pada Juni Solheim mengatakan penyiksaan dilakukan pada bulan-bulan terakhir perang termasuk penembakan rumah-rumah sakit di zona zona perang dan pengeksekusian terhadap pemberontak yang menyerah.Dewan Hak Asasi Manusia PBB Maret memutuskan mendukung satu penyelidikan internasional terhadap catatan perang di Sri Lanka.Sri Lanka mengundang Norwegia untuk menengahi perdamaian Desember 1999 dan gencatan senjata diatur oleh Oslo ambruk setelah pemberontak Macan Tamil berusaha membunuh panglima militer (waktu itu) Sarath Fonseka April 2006. (Ant/AFP/f)