Bill Gates Sumbang Rp 69,2 Miliar Untuk Pengobatan Ebola

- Kamis, 20 November 2014 13:54 WIB
Washington (SIB)- Bill and Melinda Gates Foundation akan menyumbangkan US$5,7 juta (atau sekitar Rp69,2 miliar) untuk upaya penyembuhan pasien Ebola di Guinea dan negara terdampak lainnya. Program ini berfokus pada pengobatan plasma dengan menggunakan darah bekas pasien Ebola yang telah dinyatakan sembuh.Yayasan, yang dikelola oleh mantan bos Microsoft Bill Gates dan istrinya Melinda, mengatakan bahwa mereka akan bekerja sama dengan beberapa mitra swasta. Lembaga amal ini juga mengatakan bahwa sumbangan akan digunakan untuk mengevaluasi obat eksperimen.Lebih dari 5.000 orang tewas akibat wabah Ebola - kebanyakan berasal dari negara-negara di Afrika Barat. Hingga saat ini belum ada metode perawatan atau vaksin yang terbukti bisa menyembuhkan korban. Guinea, Sierra Leone, dan Liberia adalah tiga negara yang terkena dampak terparah.Selama wabah melanda, rumah sakit hanya memberikan pasien cairan infus untuk menghentikan dehidrasi dan antibiotik untuk melawan infeksi. Namun ada beberapa vaksin eksperimental dan perawatan untuk Ebola yang sedang dikembangkan. Tetapi vaksin-vaksin itu belum sepenuhnya diuji terkait keamanan atau efektivitasnya. Badan amal medis Medecins Sans Frontieres akan memulai uji klinis terhadap tiga metode perawatan di Afrika Barat pada bulan Desember.Sementara itu wabah Ebola terus merebak. Kementerian Kesehatan Kuba mengumumkan seorang dokter asal Kuba yang menangani pasien-pasien Ebola di Sierra Leone telah dinyatakan positif terkena penyakit mematikan itu. Dia akan dikirimkan ke Jenewa, Swiss untuk menjalani pengobatan.Felix Baez mengalami demam pada Minggu, 16 November lalu dan dinyatakan positif Ebola pada Senin, 17 November lalu. "Rekan kami sedang dirawat oleh tim profesional Inggris yang berpengalaman dalam merawat para pasien yang telah menunjukkan penyakit tersebut dan mereka terus melakukan komunikasi dengan brigade kami," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Kuba. Disampaikan bahwa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memutuskan untuk memindahkan Baez ke sebuah rumah sakit di Jenewa.Baez merupakan salah satu dari 256 dokter dan perawat Kuba yang dikirimkan ke Afrika Barat untuk menangani para pasien Ebola. Komitmen Kuba ini telah mendapat pujian internasional karena lebih berarti daripada para kontributor dari banyak negara maju. Sekitar 165 dokter dan perawat Kuba telah pergi ke Sierra Leone untuk misi tersebut selama enam bulan. Sementara 53 dokter dan perawat dikirim ke Liberia dan 38 orang lainnya ke Guinea. (Detikcom/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Billboard Raksasa Depan Hotel Cambridge Ditertibkan Satpol PP Medan

Luar Negeri

Usut Dugaan Korupsi Dana BOS di SMK Negeri 1 Telukdalam, Kejari Nisel Lakukan Penggeledahan

Luar Negeri

Properti dan Otomotif Gairahkan Industri Kaca di Indonesia, ESA Glass Terbaik di Sumatera

Luar Negeri

Tiga Warga Sukarame Baru Ditangkap Sebelum Sempat Konsumsi Sabu

Luar Negeri

Dimeriahkan Bakonten Epce, Darma Wijaya Buka Turnamen Sepakbola Piala Bupati dan Wakil Bupati Sergai

Luar Negeri

Buka Turnamen Billiard GRIB Jaya Sumut, Kapolrestabes Medan Ajak Jaga Kamtibmas dan Sportivitas