Penyerangan di Rumah Ibadah Yahudi, Obama Minta Israel dan Palestina Tenang

- Kamis, 20 November 2014 14:05 WIB
Washington (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengecam serangan brutal terhadap rumah ibadah Yahudi di Yerusalem. Obama menyerukan kepada pemimpin Israel dan Palestina untuk menurunkan ketegangan dan mengutamakan perdamaian."Saya mengecam keras serangan teroris terhadap orang yang sedang beribadah di sinagoga (tempat ibadah Yahudi) di Yerusalem," ucap Obama dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Rabu (19/11). "Tidak pernah ada pembenaran atas serangan semacam itu terhadap warga sipil yang tidak bersalah," imbuhnya."Pada masa-masa sensitif di Yerusalem, sangat penting bagi pemimpin Israel dan Palestina dan warga masing-masing untuk bekerja sama menurunkan ketegangan, menolak kekerasan dan mencari jalan menuju perdamaian," tegas Obama.Berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Obama menyatakan Menteri Luar Negeri John Kerry telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait serangan maut ini. "Tragisnya, ini bukan kehilangan pertama yang kita lihat dalam beberapa bulan terakhir ini. Terlalu banyak warga Israel yang tewas, terlalu banyak warga Palestina yang tewas. Dan pada masa sulit seperti ini, saya pikir penting bagi kedua pihak, Palestina dan Israel untuk berusaha bekerja sama untuk menurunkan ketegangan," cetus Obama.Dalam serangan yang terjadi Selasa (18/11) tersebut, dua pelaku yang disebut warga Palestina langsung ditembak mati polisi Israel di lokasi kejadian. Media Palestina mengidentifikasi pelaku sebagai Ghassan dan Udai Abu Jamal, dua saudara sepupu dari Jabal Mukaber di Yerusalem.Radio Palestina menyebut para pelaku serangan sebagai martir dan Hamas memuji serangan brutal tersebut. Pengeras suara di masjid-masjid Gaza menyerukan ucapan selamat atas serangan tersebut. Namun Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengecam serangan tersebut. Abbas mengecam keras pembunuhan warga sipil, tidak peduli meskipun pelakunya warga Palestina.Dari 5 orang yang tewas dalam serangan brutal tersebut, tiga orang di antaranya merupakan rabbi Yahudi yang memegang kewarganegaraan ganda Israel-AS. Ketiganya diidentifikasi sebagai Mosheh Twersky (59), Cary (Kalman) William Levine (55) dan Aryeh Kupinsky (44).Korban keempat merupakan warga Israel kelahiran Inggris yang bernama Avraham Shmuel Golberg (68). Sedangkan korban kelima ialah seorang polisi Israel yang tewas tertembak saat menghadapi dua pelaku yang disebut warga Palestina.Dari ketiga rabbi tersebut, Twersky merupakan salah satu tokoh Yahudi yang paling dihormati. Sosoknya sebagai seorang rabbi disebut langka karena mampu menjembatani dua aliran berbeda, yakni sebagai keturunan dari dinasti Hasidic yang sangat mengakar pada abad ke-18 Ukraina dan merupakan ahli waris pemimpin Yahudi Ortodoks modern di AS.Para pengikutnya menyebut Twersky sebagai advokat dari segala macam aliran Yahudi. Ayah Twersky merupakan tokoh akademis Yahudi terkenal yang juga pendiri pusat studi Yahudi di Harvard University, Rabbi Isadore Twersky. Sedangkan kakeknya merupakan rabbi ternama Yahudi di Boston, Joseph Soloveitchik yang meninggal tahun 1993 lalu."Kami sangat kaget. Dia merupakan salah satu orang paling mengagumkan di dunia," ucap rekan istri Twerksy, Ester Greenwald dalam upacara pemakaman yang digelar di Yerusalem Barat. Sedangkan dua rabbi lainnya, Levine dan Kupinsky dikenal sebagai sosok yang baik dan gemar membantu orang lain.Ledakkan Rumah Warga PalestinaIsrael menghancurkan rumah warga Palestina pelaku tabrak lari di Yerusalem yang menewaskan 2 orang. Meskipun warga Palestina tersebut telah ditembak mati, rumahnya tetap diledakkan oleh polisi Israel. Dalam pernyataannya, militer dan kepolisian Israel menyatakan rumah warga Palestina bernama Abdel-Rahman Shaloudi (21) telah diledakkan pada dini hari. Sedangkan Shaloudi, yang merupakan warga Yerusalem Timur telah ditembak mati oleh polisi Israel, ketika dia berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian pada 22 Oktober lalu.Rumah Shaloudi yang berada di wilayah Silwan, Yerusalem Timur ini berada di kawasan yang sama, yang menjadi lokasi bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina beberapa waktu terakhir. Keluarga Shaloudi meyakini insiden tersebut merupakan kecelakaan lalu lintas, bukan serangan teroris seperti disebut-sebut otoritas Israel.Shaloudi menewaskan seorang bayi 3 bulan yang merupakan warga negara AS dan seorang turis berusia 22 tahun asal Ekuador, ketika dia menabrakkan mobilnya ke arah kerumunan orang di pinggir jalan. Tujuh orang lainnya luka-luka dalam insiden tersebut.Serangkaian aksi kekerasan di wilayah Israel maupun Palestina terus meningkat semenjak tewasnya remaja Palestina pada Juli lalu, yang dibakar hingga tewas oleh warga Yahudi. Aksi keji tersebut disinyalir merupakan balasan atas penculikan dan pembunuhan 3 remaja Israel oleh militan Palestina di Tepi Barat yang terjadi sebelumnya.Selain serangan yang dilakukan Shaloudi, ada sejumlah serangan serupa lainnya yang menargetkan polisi, tentara serta warga Israel dalam beberapa minggu terakhir. Tercatat 5 warga Israel tewas dalam insiden tabrak lari dan pembunuhan serta penusukan oleh warga Palestina dalam beberapa bulan terakhir.Militer Israel sering meledakkan atau menghancurkan rumah-rumah militan atau pelaku kejahatan selama beberapa dekade terakhir. Namun kemudian aktivitas ini terhenti pada tahun 2005 dengan alasan tidak produktif dalam upaya mencegah serangan lain. Aktivitas penghancuran rumah tersangka yang diperintahkan oleh pengadilan setempat, kemudian diberlakukan lagi awal tahun ini. (Detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Imigrasi Amankan 26 WNA China Terkait Penyerangan Aparat TNI di Ketapang

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Lokasi WNA China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit

Luar Negeri

Tim Mabes TNI Datangi Permukiman WN China di Ketapang Usai Penyerangan Prajurit Yonzipur 6

Luar Negeri

Tersangka Penyerangan Mako Polres Dairi Diamankan

Luar Negeri

Penyerangan di Sekolah Tokyo, 5 Staf Luka-luka

Luar Negeri

Polisi Tangkap 7 Pelaku Penyerangan Saat Gerebek Bandar Narkoba di Sumut