Warga Mesir Demo Peringati Lengsernya Mubarak

- Jumat, 21 November 2014 11:08 WIB
Kairo (SIB)- Kepolisian Mesir menangkap 25 orang dalam unjuk rasa yang digelar di pusat ibukota Kairo. Aksi demo yang diikuti ratusan orang tersebut digelar dalam rangka memperingati pelengseran Hosni Mubarak tahun 2011 lalu.Unjuk rasa tersebut juga digelar untuk mengenang puluhan demonstran yang tewas dalam kerusuhan tahun 2011 yang berujung lengsernya Mubarak. Demikian dilaporkan kantor berita MENA dan dilansir Reuters, Kamis (20/11).Menurut MENA, aksi protes ini merupakan simbol pembangkangan terhadap larangan unjuk rasa yang diterapkan oleh pemerintah Presiden Abdel Fattah al-Sisi. Kini, setiap demo tanpa izin terancam ditangkap aparat Mesir.Para demonstran ini melakukan long march hingga ke jalanan dekat Alun-alun Tahrir, untuk mengenang tewasnya 42 demonstran pada kerusuhan tahun 2011 lalu. Polisi setempat melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Kementerian Dalam Negeri Mesir menuturkan, ada sekitar 25 demonstran yang ditangkap dalam unjuk rasa tersebut. Sumber keamanan setempat menyebut, mereka yang ditahan akan segera dibebaskan.Namun sesuai dengan dekrit presiden yang diterbitkan bulan lalu, bisa jadi para demonstran yang ditangkap tersebut akan diadili di pengadilan militer karena memblokir jalanan. Dekrit tersebut membolehkan warga sipil untuk diadili di pengadilan militer.Sementara itu di Alexandria, dilaporkan MENA, ada 4 orang yang ditangkap, termasuk aktivis ternama, Mahienour el-Massry. Namun disebutkan dalam akun Facebook Massry, dirinya tidak sedang ikut unjuk rasa saat ditangkap. Otoritas setempat tidak bisa dimintai tanggapan soal penangkapan tersebut. Sementara itu Jaksa Emad el Sharawy menuntut mantan Presiden Mohamed Morsi dan pengikutnya dengan hukuman mati. Morsi dan 35 pimpinan Ikhwanul Muslimin masih ditahan oleh Pemerintah Mesir sambil menunggu putusan dari pengadilan.Jaksa menuntut Morsi karena selama menjadi presiden menyebabkan keamanan Mesir tidak stabil. Selain itu, Morsi dituntut karena bekerja sama dengan organisasi yang diklaim sebagai kelompok teroris, seperti Hamas dan Hizbullah. Ditambah, membocorkan dokumen negara kepada pihak lain.Pengadilan Mesir rencananya menggelar persidangan lanjutan untuk mendengar pembelaan dari Morsi pada 26 November. Morsi sendiri menjabat sebagai Presiden Mesir melalui pemilu yang demokratis. Namun pada 2013, dia dikudeta oleh Abdel Fattah el Sisi yang kini menjadi presiden. Presiden Sisi saat ini menindak dengan keras segala bentuk kegiatan organisasi Ikhwanul Muslimin, dan lebih dari 22.000 orang ditahan olehnya. (Detikcom/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Longsor Putus Jalur Medan-Sibolga via Rampah, Warga Sitahuis Dievakuasi ke Sekolah

Luar Negeri

Sapa Warga di Bantaran Sungai Babura, Rico Waas Tegaskan Komitmen Respons Cepat dan Tepat Sasaran

Luar Negeri

Pemko Medan Luncurkan PKH Adil Makmur Bantu Warga Kurang Mampu

Luar Negeri

Warga Geram, Arus Listrik di Kotapinang Padam Menjelang Pelaksanaan Ibadah Magrib

Luar Negeri

Bupati Tapteng Bantu Evakuasi Warga, BPBD Update Banjir di Tapteng

Luar Negeri

Jelang Imlek, Penjualan Buah di Medan Meningkat Tajam