Wanita Konglomerat Jepang Bunuh 7 Pasangannya

- Jumat, 21 November 2014 11:10 WIB
Tokyo (SIB)- Seorang jutawan wanita di Jepang ditangkap atas kecurigaan meracuni suaminya dengan sianida. Di tengah penangkapan ini muncul kecurigaan lain bahwa wanita 67 tahun ini juga menghabisi nyawa keenam pasangannya yang lain. Chisako Kakehi merupakan ahli waris dari total kekayaan 800 juta yen selama dua dekade terakhir. Dia menerima uang asuransi serta berbagai aset lainnya setelah pasangan-pasangannya meninggal dunia.Kakehi ditangkap pada Rabu (19/11) kemarin oleh kepolisian Kyoto atas dugaan pembunuhan suami terakhirnya. Dia sendiri telah menyangkal keterlibatannya dalam kasus ini. "Kami menduga dia melakukannya demi uang," tutur seorang polisi setempat yang menyelidiki kasus ini, seperti dilansir AFP, Kamis (20/11).Penyelidikan kasus ini memicu kecurigaan dan berbagai teori dari kepolisian atas kematian pasangan-pasangan Kakehi sebelumnya. Sedikitnya ada 6 pasangan Kakehi yang meninggal dunia saat masih menjalin hubungan dengannya."Kami tidak bisa mengatakan ada berapa banyak... Merujuk pada usia mereka, kami harus memproses dengan sangat hati-hati ke hakim apakah kematian mereka benar-benar akibat kejahatan atau tidak," tutur penyidik setempat kepada AFP.Suami keempat Kakehi, Isao jatuh sakit dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada Desember 2013 lalu, atau kurang dari 2 bulan setelah pasangan tersebut menikah. Pemeriksaan autopsi menemukan adanya kandungan racun sianida sangat tinggi dalam darahnya.Sebelum itu, kekasih Kakehi lainnya yang berusia 75 tahun, meninggal dunia pada September 2013. Pria tersebut jatuh sakit setelah keduanya makan bersama di sebuah restoran. Kisah memprihatinkan Kakehi berawal pada tahun 1994 ketika suami pertamanya meninggal dunia pada usia 54 tahun. Tidak disebutkan penyebab kematian suami pertama Kakehi saat itu. Kemudian tahun 2006, suami kedua Kakehi yang dinikahinya lewat biro jodoh, meninggal dunia akibat stroke pada usia 69 tahun. Lalu suami ketiga Kakehi yang berusia 75 tahun meninggal dunia pada tahun 2008. Setelah itu, ada satu kekasih Kakehi yang diketahui menderita kanker, juga meninggal dunia sekitar setahun setelahnya. Pada tahun 2012, seorang pria yang menjadi tunangan Kakehi meninggal dunia setelah pingsan saat mengendarai sepeda motornya. Terdeteksi adanya kandungan sianida dalam tubuhnya.Terkait kematian yang terus menimpa pasangannya, Kakehi yang mantan pegawai bank ini menegaskan dirinya sama sekali tidak bersalah. "Jika orang-orang menduga itu pembunuhan, maka sangat mudah bagi diri saya untuk menggigit lidah saya dan mati," ucapnya kepada wartawan setempat pada Maret lalu.Media setempat, Jiji Press mengutip pernyataan Kakehi dalam wawancara sebelumnya, bahwa dia merasa dirinya dikutuk oleh takdir dengan mengalami penderitaan melalui kematian-kematian pasangannya. Kakehi juga menyatakan dirinya sama sekali tidak memiliki akses terhadap racun. (Detikcom/c)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Ibadah Bhayangkari Cabang Kota Besar Medan, Pdt Iwan Simorangkir: Wanita Sumber Kebahagiaan dan Berkat

Luar Negeri

Kemenimipas Drop 30 Ribu Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Hari Bhakti Imigrasi

Luar Negeri

MTMD Sergai Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Banjir Aceh Tamiang

Luar Negeri

Liburan Awal Tahun, Seorang Wanita Meninggal Tenggelam di Pantai Meat

Luar Negeri

Dosen di Makassar Viral Usai Ludahi Kasir Swalayan karena Potong Antrean

Luar Negeri

DWP Nias Barat Berbagi Paket Gizi untuk Anak Stunting dan Ibu Hamil