Bangkok (SIB)- Tentara penguasa Thailand, Jumat, mengatakan tidak terpengaruh oleh penggunaan salam tiga jari, yang terilhami film Hollywood "The Hunger Games", untuk mengungkapkan penentangan terhadap junta.Namun, Jendral Prayut Chan-O-Cha memperingatkan bahwa mereka, yang menggunakan salam itu di depan umum, terancam membahayakan masa depan mereka.Salam tersebut menjadi lambang tak resmi penentangan terhadap kudeta militer pada Mei, dan sejumlah orang sudah ditahan karena aksi mengangkat tiga jari ke udara dalam pembangkangan.Salam serupa digunakan dalam film fiksi oleh kelompok pemberontak yang berjuang melawan rejim diktator."Saya tidak terpengaruh oleh protes tiga jari itu," kata Prayut kepada wartawan, Jumat.Namun Perdana Menteri juga mengatakan bahwa mereka yang ditahan karena menggunakan salam itu bisa menghadapi masalah lebih jauh."Saya tidak tahu apakah ini ilegal atau tidak, tapi ini bisa membahayakan masa depan mereka," katanya.Komentarnya tersebut dibuat sehari setelah seorang mahasiswi ditahan oleh petugas berpakaian preman di luar sebuah pusat perbelanjaan di Bangkok karena memberikan salam itu di depan poster besar film itu.Dua mahasiswa yang tidak ikut memberikan salam itu juga dibawa untuk diambil keterangannya di luar sebuah bioskop di dekat lokasi itu pada hari yang sama.Pada Rabu, lima pelajar ditahan sebentar oleh militer karena memberikan salam tiga jari saat pidato Prayut di provinsi Khon Kaen di wilayah timurlaut.Semua pelajar itu sudah dibebaskan."Saya tidak ingin menghukum mereka (para pelajar) sehingga mereka hanya ditegur, dibebaskan dan diminta untuk tidak melakukannya lagi karena hal itu tidak menguntungkan siapa pun," kata Prayut.Beberapa bioskop di Thailand membatalkan penayangan film tersebut, yang dibintangi oleh Jennifer Lawrence sebagai tokoh yang selamat dalam sebuah kontes berdarah realiti televisi, di sebuah lokasi masa depan dengan situasi sangat buruk. Ia kemudian menjadi pemimpin pemberontak untuk menggulingkan pemerintahan totaliter.Namun Perdana Menteri Thailand membantah telah memerintahkan bioskop-bioskop itu menghentikan penayangan film tersebut."Saya tidak terlibat dalam masalah itu," katanya.Sementara itu, darurat militer di Thailand tidak akan dicabut dalam waktu dekat, kata menteri kehakiman, Jumat, meskipun pemerintah sebelumnya berjanji untuk mencabut status tersebut di beberapa provinsi untuk membantu industri pariwisata yang terpuruk sejak kudeta militer pada Mei.Pengumuman tersebut dibuat saat Thailand bersiap memasuki musim puncak kedatangan turis pada Natal dan Tahun Baru.Sektor pariwisata memberikan kontribusi hampir 10 persen PDB. Thailand memperkirakan kedatangan turis pada 2014 sekitar 25 juta, turun satu juta orang dari 2013, kata pemerintah, sebagian akibat unjuk rasa di Bangkok yang membuat turis menjauh.Militer memberlakukan status darurat secara nasional pada Mei, beberapa hari sebelum merebut kekuasaan dalam sebuah kudeta yang disebutnya, perlu dilakukan untuk mengakhiri aksi jalanan selama berbulan-bulan untuk menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra."Darurat militer perlu dan kami tidak akan mencabutnya karena pemerintah serta junta membutuhkannya sebagai alat bagi pihak militer," kata Menteri Kehakiman Thailand Jendral Paiboon Koomchaya kepada Reuters."Kami tidak mengatakan bahwa darurat militer ini akan terus berlaku selama 50 tahun, bukan begitu, kami hanya minta ini tetap berlaku sekarang, tanpa batas waktu."Semua bentuk protes politik dilarang berdasar undang-undang tersebut, namun hal itu tidak menghentikan beberapa mahasiswa untuk menggelar unjuk rasa menentang junta pekan ini dengan menunjukkan salam tiga jari ala film The Hunger Games.Menteri Kehakiman Paiboon membantah bahwa undang-undang itu, yang meletakkan tanggung jawab keamanan di tangan militer dengan kekuasaan melakukan penahanan, telah disalahgunakan."Undang-undang itu tidak melanggar hak asasi siapapun," katanya. (Ant/AFP/Rtr/f)