New York (SIB)- Wabah Ebola terus merebak. Bahkan kepala misi Ebola PBB mengingatkan bahwa dunia masih sangat jauh dari mengalahkan wabah mematikan tersebut. Peningkatan bantuan pun masih diperlukan untuk memerangi Ebola di Afrika. "Ada perjuangan panjang di depan kita," tutur Anthony Banbury dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB seperti dilansir New Straits Times, Sabtu (22/11). Pertemuan ini digelar dua bulan setelah DK PBB menyatakan wabah Ebola sebagai ancaman bagi keamanan dunia.Menurut Banbury, perang melawan Ebola akan membutuhkan banyak peningkatan dalam sumber daya di lapangan, di wilayah geografis yang menyebar. Hal itu disampaikan kepala Misi PBB untuk Respons Darurat Ebola (UNMEER) lewat video conference.Meski mengakui adanya sejumlah kemajuan, namun Banbury mengatakan, upaya-upaya internasional belum berhasil menekan wabah ini, yang kini juga mewabah di Mali. "Kita masih sangat, sangat jauh dari mengakhiri krisis ini," tegasnya.Data terbaru menunjukkan adanya penurunan dalam jumlah kasus-kasus Ebola di Guinea dan Liberia, negara yang paling parah dilanda wabah virus berbahaya ini. Namun pekan lalu, 533 kasus baru dilaporkan di Sierra Leone -- angka mingguan tertinggi sejak wabah Ebola melanda negeri Afrika Barat itu.Sebelumnya WHO mengumumkan bahwa wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo berakhir setelah tidak ada seorang pun yang mengalami gejala selama dua periode inkubasi sejak kasus terakhir terjadi. Wabah itu sendiri terpisah dari wabah serupa yang menyebar di Afrika Barat."Karena sudah mencapai tonggak 42 hari itu, maka Republik Demokratik Kongo kini dinyatakan terbebas dari penyebaran Ebola," kata WHO dalam satu pernyataan seperti dikutip Reuters. Pekan lalu, pihak berwenang mengatakan ada 46 orang mati dari 66 orang yang terinfeksi virus Ebola di provinsi Equateur yang berada di kawasan pedalaman barat daya negeri itu. WHO menyatakan, sudah 5.420 orang meninggal di delapan negara akibat wabah Ebola. Disebutkan bahwa sejak akhir Desember 2013, tercatat total 15.145 orang tertular Ebola. Hadapi Penyebaran EbolaLembaga keuangan multilateral Bank Dunia bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kini menghadapi penyebaran penyakit Ebola yang berasal dari kawasan negara-negara di Afrika Barat. "Saya senang bahwa kami memiliki kesempatan untuk membawa para pemimpin dalam sistem PBB bersama-sama guna menilai status respons global epidemi Ebola, dan bekerja menuju pendekatan yang bersatu di Afrika Barat," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, dalam pernyataan tertulis yang diterima ANTARA News, Sabtu.Menurut dia, saat ini merupakan momen terburuk dari epidemi Ebola meski telah terdapat bukti jelas bahwa terdapat negara yang mengalami kemajuan, khususnya di Liberia, di mana kasus baru telah menurun secara signifikan.Namun, ia juga mengingatkan bahwa di sejumlah negara lainnya yang mencemaskan, khususnya dalam tingkat penyebaran seperti yang terjadi di Sierra Leone serta mulainya penyebaran di Mali. "Tujuan kami akan sangat sulit: kami harus tidak lagi menemukan kasus. Ebola adalah suatu penyakit di mana kita tidak bisa meninggalkan beberapa kasus dan berkata itu sudah cukup," katanya.Presiden Bank Dunia menegaskan, elemen kunci untuk mencapai hal tersebut adalah dengan cara menginvestasikan lebih banyak sumber daya guna meningkatkan sistem kesehatan yang lebih efektif. Negara-negara yang terjangkiti Ebola, ujar Jom Yong Kim, membutuhkan fasilitas layanan kesehatan berbasis masyarakat serta pekerja kesehatan yang terlatih, serta diagnostik dan kapabilitas perawatan yang kuat. "Melakukan hal itu membutuhkan lebih banyak sumber daya, lebih banyak disiplin, dan lebih banyak koordinasi di antara pemerintah dan lembaga internasional," katanya menambahkan. (Detikcom/Ant/h)