Chicago (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama kecewa dengan kerusuhan yang terjadi di Ferguson, Missouri. Obama menyerukan agar siapapun yang terlibat dalam penghancuran properti dalam kerusuhan tersebut harus diadili secara hukum. Obama mendorong warga yang kecewa dan marah atas putusan pengadilan Missouri yang tidak akan mengadili polisi penembak mati remaja kulit hitam Michale Brown, untuk bekerja bersama meningkatkan hubungan antar ras. "Membakar gedung, membakar mobil, menghancurkan properti, membahayakan orang lain, itu merusak dan tidak ada alasan apapun untuk itu. Itu semua merupakan tindak kriminal. Dan orang-orang yang terlibat tindak kriminal sudah seharusnya diadili," tegas Obama saat berpidato di Chicago, seperti dilansir Reuters, Rabu (26/11).Kekerasan yang mewarnai aksi protes warga atas putusan pengadilan Missouri tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Obama. Dia harus bisa menenangkan kemarahan warga namun juga menjawab kekhwatiran warga kulit hitam AS bahwa aparat penegak hukum memberlakukan standar berbeda terhadap warga minoritas.Dalam pidatonya, Obama menyatakan dirinya bersimpati dengan warga yang merasa marah dan frustrasi atas putusan tersebut. Dia mengatakan telah mengintruksikan Jaksa Agung Eric Holder untuk menggelar pertemuan regional antara pemimpin komunitas warga dengan penegak hukum di masing-masing wilayah untuk berdialog. "Frustrasi yang kita saksikan bukan hanya soal insiden tertentu. Mereka telah mengakar di banyak komunitas warga kulit berwarna yang merasa bahwa hukum tidak diterapkan secara adil dan tanpa pandang bulu," ucapnya.Kepada mereka yang berpikir bahwa apa yang terjadi di Ferguson menjadi alasan untuk melakukan kekerasan, Obama menyatakan: "Saya tidak memiliki simpati bagi mereka yang menghancurkan komunitas sendiri. "Kerusuhan yang pecah di Ferguson sejak Senin (24/11) malam waktu setempat, diwarnai aksi pembakaran sejumlah gedung dan belasan mobil, termasuk mobil polisi. Tidak hanya itu, para perusuh juga menjarah toko-toko setempat. Dilaporkan sekitar 29 orang ditangkap terkait kerusuhan tersebut.Tentara Tambahan Gubernur Missouri, Amerika Serikat, memerintahkan pengerahan ratusan personel tambahan dari jajaran Garda Nasional ke wilayahnya. Pengerahan ini untuk menangani kerusuhan yang terjadi di Ferguson, St Louis County. Kerusuhan yang pecah di Ferguson sejak Senin (24/11) malam waktu setempat terus berlanjut hingga Selasa (25/11). Belasan gedung termasuk kedai pizza, salon kecantikan serta puluhan mobil dibakar. Penyebab kerusuhan ialah putusan pengadilan Missouri yang menyatakan tidak akan mengadili polisi Darren Wilson yang menembak mati remaja kulit hitam Michael Brown pada Agustus lalu. Sebagian besar warga Ferguson yang didominasi warga keturunan Afrika-Amerika merasa marah dan tidak terima atas putusan tersebut. "Semalam, para perusuh melakukan hal-hal yang tidak bisa kita bayangkan terjadi," ujar Kapten Ron Johnson dari Missouri Highway Patrol, seperti dilansir dari Associated Press, Rabu (26/11). Polisi menyebut para perusuh dan pendemo melepas tembakan ke arah mereka, membakar mobil patroli mereka dan melemparkan batu ke arah polisi yang bertugas. Polisi terpaksa melepas tembakan gas air mata dan granat cahaya untuk membubarkan massa.Polisi menyebut ada sekitar 61 orang yang ditangkap terkait kerusuhan tersebut. Walikota Ferguson, James Knowles menyebut pengerahan Garda Nasional terjadi pada waktu yang kurang tepat sehingga tidak mampu mengamankan pusat bisnis setempat. "Keputusan untuk menunda pengerahan Garda Nasional sangat memprihatinkan," ucapnya."Kami meminta Gubernur untuk mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan guna mencegah penghancuran lebih lanjut dari properti dan kelanjutan hidup di kota Ferguson," imbuhnya.Secara terpisah, Gubernur Missouri Jay Nixon menyebutkan sekitar 700 personel Garda Nasional dikerahkan ke Ferguson pada Senin (24/11) waktu setempat. Ratusan personel tambahan akan dikerahkan pada Selasa (25/11) malam untuk melindungi rumah warga dan pusat bisnis setempat. "Warga berhak mendapat perdamaian. Kami harus melakukan hal yang lebih baik dan kami akan melakukannya," tutur Nixon sembari menyebutkan kini lebih dari 2.200 tentara dan polisi berjaga-jaga di wilayah Ferguson dan sekitarnya. (dtc/Rtr/AP/R16/h)