Meksiko (SIB)- Presiden Meksiko, Enrique Pena Nieto, mengumumkan rencana yang dirancang untuk memutus hubungan antara pemerintah daerah yang korup dengan geng narkoba yang berkuasa di negara itu. Pena Nieto - yang pemerintahannya dikritik keras karena kasus hilangnya 43 pelajar di Guerrero - mengatakan Meksiko "harus berubah".Rencananya termasuk melakukan reformasi konstitusi yang memungkinkan otoritas federal mengatasi korupsi di pemerintahan kota, dan merampingkan penegakan hukum. Sebanyak 1.800 pasukan polisi kota akan dibubarkan dan ditempatkan dalam kontrol negara.Polisi federal tambahan juga akan dikirim ke empat negara bagian paling kejam di Meksiko - Guerrero, Michoacan, Jalisco dan Tamaulipas.Keluarga siswa yang hilang memimpin protes massal untuk mengekspresikan kemarahan mereka terhadap pemerintah. Pada September lalu, 43 siswa diserang oleh polisi lokal setelah bergabung dalam protes menuntut hak-hak buruh di Iguala, Guerrero.Setelah penyerangan itu, para siswa dan semua guru memicu protes massal nasional. Penjelasan resmi yang ditawarkan oleh pihak berwenang Meksiko adalah bahwa siswa dibunuh oleh geng narkoba. Geng dikatakan berkolusi dengan walikota Iguala, Jose Luis Abarca, yang telah ditangkap atas tuduhan bahwa ia memerintahkan polisi untuk menghadapi siswa pada hari hilangnya mereka. 11 Mayat TermutilasiSedikitnya 11 mayat manusia ditemukan dibuang begitu saja di pinggir jalanan Meksiko. Jasad-jasad tersebut ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan tidak utuh atau dimutilasi. Temuan jasad manusia ini terjadi di Chilapa yang masih masuk dalam wilayah yang sama dengan lokasi hilangnya 43 mahasiswa setempat sekitar dua bulan lalu. Menurut pernyataan kantor jaksa wilayah Guerrero, seperti dilansir AP, Jumat (28/11). Beberapa jasad tersebut ditemukan telanjang dada dan dalam kondisi hangus terbakar. Beberapa bahkan dalam keadaan terpenggal atau ditemukan tanpa kepala. Tidak diketahui lebih lanjut identitas pemilik jasad tersebut. Otoritas setempat masih melakukan penyelidikan mendalam terkait temuan ini. Temuan jasad manusia ini muncul sebelum Presiden Enrique Pena Nieto mengumumkan langkah-langkah untuk meningkatkan penegakan hukum di negara yang marak akan kekerasan geng narkoba.Presiden Nieto menjabat sejak 2 tahun lalu dan berjanji untuk mengembalikan ketertiban di Meksiko. Terlebih sekitar 100 ribu orang dilaporkan tewas akibat serangkaian kekerasan terkait geng narkoba maupun kejahatan berencana sejak tahun 2007 lalu. Namun yang paling mengejutkan ialah kasus penculikan puluhan mahasiswa di Iguala, Guerrero yang mengganggu upaya Presiden Nieto untuk mengembalikan ketertiban dan penegakan hukum di Meksiko. Apa lagi terungkap adanya keterlibatan aparat dan otoritas lokal dalam kasus ini.Total ada 74 orang yang ditahan terkait kasus ini, termasuk 36 polisi Iguala dan Cocula, serta mantan walikota Iguala Jose Luis Abarca dan istrinya. Fakta mengejutkan yang berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum Meksiko ialah mahasiswa tersebut ternyata telah dibakar hingga menjadi abu dan kemudian dibuang ke tempat pembuangan sampah dan ke sungai. Para anggota geng setempat menghabiskan waktu sekitar 14 jam untuk membakar jasad hingga menjadi abu, demi menghilangkan jejak. (AP/dtc/BBC/q)