Protes Pembatalan Kasus Mubarak Tewaskan Satu Orang

- Senin, 01 Desember 2014 12:05 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir122014/hariansib_-Protes-Pembatalan-Kasus-Mubarak-Tewaskan-Satu-Orang.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo/Amr Nabil
Mantan presiden Mesir Hosni Mubarak menyapa para petugas medis, pengawal dan pendukungnya saat dibawa dengan tempat tidur sorong meninggalkan gedung pengadilan. Pengadilan Mesir, Minggu (30/11) membatalkan kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada mantan di
KAIRO (SIB)- Satu orang tewas dalam bentrokan antara polisi Mesir dan pengunjuk rasa di pusat kota Kairo, Sabtu (29/11) watu setempat. Bentrok itu dipicu putusan pengadilan yang membatalkan kasus pembunuhan yang dituduhkan kepada mantan diktator Mesir Hosni Mubarak, demikian berdasarkan keterangan pejabat setempat seperti dikutip AFP.Lebih dari 1.000 pengunjuk rasa berkumpul di Tahrir Square, Kairo, segera setelah ada keputusan pengadilan atas perkara Mubarak itu. Polisi awalnya hanya menembakkan gas air mata untuk membubarkan para pengunjuk rasa. Namun, satu orang tewas karena tembakan. "Dia terluka dalam bentrokan itu," ujar seorang pejabat kementerian kesehatan.Selain membatalkan tuntutan atas delik pembunuhan untuk Mubarak, pengadilan juga membebaskan komandan polisi dari tuduhan keterlibatan dalam kematian ribuan demonstran selama unjuk rasa pada 2011 yang menggulingkan Mubarak dari kekuasaan panjangnya di Mesir.Mantan presiden yang digulingkan dalam revolusi 2011 itu, sebelumnya divonis penjara seumur hidup. Saat ini, Mubarak yang berusia 86 tahun, masih menjalani hukuman untuk penyalahgunaan dana publik. Tapi pada wawancara di televisi, yang dilansir BBC, Mubarak mengatakan dirinya tidak berbuat kesalahan.Beberapa pekan setelah aksi protes, yang berawal dari seruan di media sosial dan populer sebagai bagian dari "Arab Spring" atau arus perubahan di negara-negara Arab, Mubarak akhirnya mundur pada 11 Februari 2011. Mubarak, mantan menteri dalam negeri Habib al-Adly, serta enam lainnya divonis seumur hidup pada Juni 2012, karena dianggap terlibat dalam konspirasi pembunuhan demonstran. Sekitar 800 orang disebut tewas, pada 2011.Tapi pengadilan ulang yang digelar sejak akhir 2013, akhirnya memutuskan untuk mencabut tuduhan pembunuhan. Mubarak saat ini masih ditahan di rumah sakit militer, dan akan dibebaskan beberapa bulan mendatang, saat berakhirnya masa hukuman tiga tahun penjara.Beberapa jam setelah putusan pengadilan, ribuan orang berkumpul di Lapangan Tahrir yang telah menjadi simbol revolusi. Beberapa jam kemudian pasukan keamanan langsung berusaha membubarkan protes, dengan menembakkan gas air mata. BBC dalam laporannya, menulis bahwa terdengar tembakan dalam bentrok antara demonstran dan pasukan keamanan.  Satu orang dilaporkan tewas, dan pasukan keamanan diyakini menggunakan peluru tajam untuk menghadapi pemrotes.Pengacara Mubarak, Farid al-Deeb, memuji putusan pengadilan yang disebutnya membuktikan integritas Mubarak. Pada wawancara dengan televisi Sada al-Balad, Mubarak mengatakan telah bersandar pada Allah, selama menunggu putusan pengadilan ulang. (BBC/AFP/kps/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Yahdi Khoir Protes Keras Eksekusi Lahan Petani Padang Halaban Berkonflik Dengan PT SMART

Luar Negeri

Ahli Waris Datok Nahari Protes Ruko di Lahan Warisan Sunggal

Luar Negeri

Gelombang Protes Meluas di Iran: 36 Orang Tewas, Mossad Serukan Turun ke Jalan

Luar Negeri

Wali Kota Terpilih New York Serukan Boikot Starbucks di Tengah Mogok “Red Cup Rebellion”

Luar Negeri

Demo di Meksiko Ricuh, 120 Orang Terluka termasuk 100 Polisi

Luar Negeri

Dari SKMS GBKP, Pemulihan Terjadi Bila dalam Luka Tetap Mencintai