London (SIB)- Beberapa militan mengklaim bahwa ISIS telah memiliki bom radioaktif atau kerap disebut bom kotor, setelah berhasil mengambil 40 kilogram uranium dari Universitas Mosul. Seorang militan di media sosial, mengancam akan meledakannya di London. Dilansir dari Daily Mail, Minggu (30/11), jihadis asal Inggris yang mengklaim dirinya sebagai ahli bom, Hamayun Tariq, mengatakan ISIS sedang mempelajari bom kotor dan kegunaannya, empat bulan setelah uranium dilaporkan hilang dari Universitas Mosul."ISIS memiliki bom kotor. Kami menemukan material radioaktif dari Universitas Mosul," sebut Tariq, yang menggunakan nama baru Muslim-al-Britani di Twitter. "Kami sedang membahas, apa yang bisa terjadi jika bom ini diledakan di area publik," tambahnya. Berbeda dengan nuklir, bom kotor menggunakan bahan peledak konvensional untuk menyebarkan material radioaktif. Tujuan utamanya bukan menghancurkan, tapi mencemari wilayah dengan bahan radioaktif yang berbahaya.Tapi selain disebarkan dengan bahan peledak, material radioaktif juga dapat disebarkan melalui air dan makanan. Sehingga kepemilikan bahan radioaktif oleh ISIS, jelas akan menjadi ancaman yang serius.Pada Juli lalu, sekitar 40 kilogram uranium di fasilitas penelitian Universitas Mosul, dilaporkan hilang. Hal itu disampaikan Duta Besar Irak untuk PBB Mohamed Ali Alhakim, dalam suratnya pada Sekjen PBB Ban Ki-moon. "Kelompok teroris telah menguasai material nuklir dari lokasi, yang tidak lagi dapat dikuasaia oleh pemerintah," tulis Alhakim, menambahkan bahwa material itu dapat digunakan untuk memproduksi senjata pemusnah massal.Sekalipun dengan jumlah yang terbatas, sebut Alhakim, material nuklir yang dikuasai ISIS dapat memungkinkan mereka, untuk mengkombinasikannya dengan material lain dalam serangan teroris. Dia merujuk pada pembuatan bom kotor. Seiring dengan klaim, bahwa uranium yang mereka dapatkan sudah digunakan untuk membuat sebuah bom, seorang jihadis juga menulis rencana ISIS untuk kembali menguasai Mosul. (dailymail/vvn/f)