Irak (SIB)- Satu penyelidikan yang dilakukan terhadap militer Irak, mengungkap ada setidaknya 50.000 nama "tentara hantu." Merujuk pada istilah di militer untuk mereka yang tidak lagi bertugas, tapi masih dibayarkan gajinya. Pernyataan dari kantor perdana menteri yang dikutip BBC, Minggu (30/11), menyebut bahwa pembayaran gaji mereka telah dihentikan. Korupsi telah menjadi salah satu alasan, lemahnya militer Irak dalam menghadapi militan ISIS.Juru bicara PM Haidar al-Abadi, mengatakan bahwa investigasi telah dimulai sejak beberapa pekan lalu, saat pertama kali ditemukan adanya kasus pembayaran gaji itu. "PM telah berusaha mengungkap kasus tentara hantu, dan mencari akar persoalannya," kata Radid Jaboori.Gaji yang dibayarkan untuk nama-nama tentara hantu itu, diduga digelapkan oleh pejabat yang korup. Seorang pejabat Irak mengatakan, 50.000 nama itu termasuk para tentara yang telah membelot, atau tewas dalam pertempuran.Amerika Serikat (AS) telah menghabiskan miliaran dolar, dalam upaya membangun kekuatan militer Irak. Tapi rapuhnya pasukan keamanan Irak, tampak jelas dalam perang melawan ISIS, yang berhasil merebut banyak wilayah di utara dan barat Irak. (BBC/d)