Brussels (SIB)- Para anggota parlemen Belgia kini tengah bekerja untuk menerbitkan resolusi untuk mengakui eksistensi negara Palestina. Namun, Pemerintah Belgia mengatakan, waktu untuk menyatakan pengakuan bergantung pada aksi Uni Eropa. Menteri Luar Negeri Belgia Didier Reynders mengatakan, dia akan terlebih dahulu mendorong sebuah inisiatif Uni Eropa untuk membawa Pemerintah Israel dan Palestina kembali membicarakan proses perdamaian.Sementara itu, para wakil rakyat Belgia tengah menyelesaikan teks deklarasi pengakuan dan belum jelas waktu resolusi itu akan dibahas. Demikian ungkap seorang petinggi partai koalisi yang tak mau disebutkan namanya karena proses penyusunan resolusi masih berlangsung."Belgia telah lama mendukung pengakuan bagi Negara Palestina," kata Reynders kepada wartawan yang menghadiri pertemuan di Markas Dewan Eropa. Ia menyatakan pemerintah saat ini memiliki mayoritas yang diperlukan untuk bisa menggolkan topik tersebut sebagai pembahasan di parlemen, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. "Apa yang kami miliki sekarang ialah bekerja dalam mayoritas untuk mempersiapkan perdebatan yang harus berlangsung di parlemen guna mengkonfirmasi masalah itu," katanya. Untuk sampai tahap pengakuan resmi Palestina, upaya tersebut harus memperoleh mayoritas suara di Parlemen Belgia.Pada Selasa malam (2/12), Parlemen pimpinan kubu Sosialis di Prancis telah mensahkan pemungutan suara simbolis untuk mengakui Negara Palestina, meskipun ada keberatan dari Israel. Pemungutan suara di Parlemen Prancis disahkan dengan 339 suara mendukung dan 151 suara menentang. Banyak pengamat mengatakan lebih dari dua-pertiga anggota Parlemen Prancis mendukung mosi itu.Pada November, Parlemen Inggris dan Spanyol juga melakukan pemungutan suara untuk mendukung pengakuan atas berdirinya Negara Palestina. Parlemen dan Pemerintah Swedia juga mengakui berdirinyata Negara Palestina.Satu rancangan resolusi untuk memulai kembali perundingan mengenai penyelesaian akhir konflik Israel-Palestina diperkirakan disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB pertengahan Desember. Wakil Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan naskah yang disusun Prancis itu diperkirakan menetapkan satu rencana perudingan mengenai perjanjian perdamaian akhir dan kemungkinan batas waktu kedua bagi Negara Palestina.Palestina, yang didukung Liga Arab, mengedarkan satu rancangan resolusi pada akhir September --yang menyerukan diakhirnya pendudukan Israel pada November 2016. Resolusi baru itu akan membuka jalan bagi konferensi internasional yang dianggap banyak pihak sebagai usaha terakhir bagi perjanjian perdamaian Israel-Palestina, dengan keterlibatan semua negara penting internasional.Tetapi rancangan itu mendapat penentangan dari AS dan para anggota lain Dewan Keamanan, yang membuka jalan bagi Eropa untuk berusaha mengajukan satu rancangan alternatif. Sikap AS, yang berulang-kali memveto resolusi PBB atas desakan Israel, akan penting dalam memutuskan apakah dalam rancangan resolusi terbaru di PBB itu AS mengubah sikapnya. Tusuk 2 Orang Insiden penusukan kembali terjadi di wilayah Tepi Barat. Kali ini seorang remaja Palestina dilaporkan menusuk dua orang di supermarket setempat. Pelaku penusukan diidentifikasi oleh otoritas Israel sebagai warga Palestina berusia 16 tahun. Menurut otoritas Israel, pelaku ditembak petugas keamanan yang ada di dekat lokasi setelah beraksi. "Teroris berhasil dilumpuhkan. Terdapat dua korban luka, selain si teroris, yang terkena tembakan," tutur juru bicara dinas layanan ambulans setempat Magen David Adom.Insiden yang terjadi pada Rabu (3/12) waktu setempat ini terjadi di supermarket Rami Levi yang ada di dekat pemukiman Yahudi, Maale Adumim di Yerusalem Timur. Kepolisian setempat menuturkan, dua korban luka yang ditusuk pelaku dilarikan ke rumah sakit dengan luka tidak begitu parah. Sedangkan kondisi si ABG Palestina usai ditembak belum diketahui pasti. Motif penusukan ini belum diketahui pasti. Namun insiden semacam ini merupakan insiden terbaru dari serangkaian kekerasan yang marak di wilayah Israel dan Palestina dalam beberapa bulan terakhir.Pada Senin (1/12), seorang wanita Palestina menusuk seorang warga Israel di dekat blok Etzion yang merupakan pemukiman Yahudi di Tepi Barat. Wanita Palestina tersebut luka-luka setelah ditembak polisi Israel. Tercatat sedikitnya 11 warga Israel tewas dalam serangkaian serangan yang sebagian besar dilakukan warga Palestina. Sedangkan dari pihak Palestina, dilaporkan 12 orang tewas termasuk beberapa pelaku. (Ant/Xinhua/Detikcom/ r)