Raqqa (SIB)- Suriah melancarkan pemboman dan serangan gas beracun untuk memaksa ISIS mundur dari pangkalan udara Deir al-Zour. Observatorium Hak Asasi Manusia di Suriah (SOHR) mengatakan, tentara Suriah menggunakan gas klorin selama serangan Sabtu (6/12). Kabar ini dibenarkan sejumlah serdadu ISIS yang menulis di Twitter-nya.Radio Suriah mengatakan; "Pasukan berani kami berhasil memukul mundur konvoi ISIS dekat bandara Deir al-Zour." Namun radio itu tidak menggambarkan situasi di medan tempur. Sejauh ini belum ada kabar berapa serdadu ISIS yang tewas akibat serangan gas klorin. Suriah juga belum merilis klaim resmi.ISIS melancarkan ofensif ke Deir al-Zour setelah AU Suriah beberapa melancarkan serangan udara mematikan ke Raqqa, ibu kota tak resmi jihadis. Menguasai ISIS akan membuat Raqqa lebih aman dari serangan udara Suriah. Suriah relatif beraksi sendiri. Seperti Iran, mereka tidak berkoordinasi dengan AS dan koalisi, sebagai penguasa udara atas Irak dan Suriah.Serangan ISIS dimulai Kamis (4/12) dan relatif sukses. Sehari kemudian, ISIS berhasil menguasai bagian timur Deir al-Zour, termasuk mengambil alih pangkalan rudal. Di Damaskus, Presiden Suriah Bashar Assad panik, dan memerintahkan tentaranya mempertahankan Deir al-Zour dengan cara apa pun. Kehilangan Deir al-Zour akan menjadi pukulan serius bagi Suriah. Sebelumnya, Suriah kehilangan pangkalan udara Raqqa, berikut isinya; pesawat, tank buatan Korea Utara, dan rudal portabel.SOHR mengatakan ISIS kehilangan 70 serdadunya sejak kali pertama menyerang sampai merebut bagian timur pangkalan udara. Sebanyak 51 tentara Suriah juga tewas. ISIS mencoba menguasai seluruh Deir al-Zour, tapi tentara Suriah bertahan mati-matian, melakukan perang kotor dengan menggunakan gas klorin. (Inc/i)