Obama Bersumpah Tidak Ada Tempat Aman Bagi ISIS

* Pemerintah India Resmi Larang ISIS, Buru Pendukungnya
- Rabu, 17 Desember 2014 13:47 WIB
New Jersey (SIB)- Presiden Amerika Serikat Barack Obama bersumpah bahwa tidak akan ada tempat persembunyian yang aman bagi ISIS di manapun. Obama yakin militer AS dan pasukan koalisi akan berhasil menghancurkan ISIS.  Hal ini disampaikan Obama saat berkunjung ke pangkalan militer AS di Fort Dix, New Jersey pada Senin (15/12) waktu setempat. Dengan didampingi Gubernur New Jersey Chris Christie, Obama berbicara di hadapan ratusan tentara AS. Koalisi yang dipimpin AS di Irak dan Suriah untuk melawan ISIS diklaim cukup sukses. Meskipun sejauh ini belum berhasil merebut seluruh wilayah yang dikuasai militan keji tersebut."Jangan membuat kesalahan. Koalisi kami tidak hanya akan mengusir organisasi teroris biadab ini. Kami akan menghancurkannya," tegas Obama seperti dilaporkan kantor berita AFP, Selasa (16/12). Menurut Obama, serangan koalisi terhadap ISIS di Irak dan Suriah telah mendapat beberapa hasil. Ratusan kendaraan dan tank serta lebih dari 1.000 posisi ISIS telah dihancurkan."Kita terus menekan teroris ini," ucapnya. "Mereka (ISIS) mungkin berpikir bahwa mereka bisa cepat meraih kemenangan, tapi pencapaian kita untuk jangka panjang. Kita tidak menyerah," tutur Obama. "Anda mengancam Amerika, Anda tidak akan memiliki tempat aman. Kami akan menemukan Anda dan sama seperti tiran dan teroris lainnya sebelum Anda, dunia akan meninggalkan Anda di belakang dan tetap bergerak tanpa Anda, karena kami akan mendapatkan Anda," tegasnya.Sementara Pemerintah India secara resmi mengumumkan pelarangan terhadap kelompok ISIS. Pelarangan ini setelah otoritas India menangkap seorang eksekutif muda yang ternyata mengelola akun Twitter propaganda ISIS. India merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim. Namun selama ini pemerintah India tidak pernah menyatakan sikap tegas terhadap ISIS yang merajalela di Irak dan Suriah. Otoritas India menyebut hanya ada empat warganya yang diketahui bergabung dengan ISIS, dan hanya satu orang yang telah kembali ke India dan kini dalam penahanan kepolisian.Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh menuturkan kepada parlemen, pemerintah menargetkan untuk membatasi aktivitas ISIS di wilayah India. "Kami telah mengetahui adanya aktivitas ISIS di negara lain," ucapnya. "Sebagai langkah pertama, kami melarang keberadaannya di India," tegas Singh.Pada Sabtu (13/12) lalu, kepolisian India menangkap Mehdi Masoor Biswas (24), seorang eksekutif muda dari perusahaan makanan di Bengaluru karena mengelola akun Twitter, yang isinya mendukung dan menampilkan propaganda ISIS. Akun Twitter tersebut menggunakan nama @ShamiWitness dan memiliki 17.800 followers."Benar jika jumlah warga India yang bergabung atau terlibat dalam aktivitas kelompok tersebut hanya beberapa. Tapi saya ingin menegaskan bahwa kami menanggapinya dengan serius," tutur Singh. Menurut salah satu ajudan Singh, larangan terhadap ISIS akan mempermudah polisi untuk mengadili orang-orang yang terlibat. Dengan adanya pelarangan ini, maka setiap warga India yang terbukti mendukung ISIS akan bisa diadili. (Detikcom/h)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Heboh! Trump Tolak Minta Maaf Usai Video Rasis Obama Gegerkan AS

Luar Negeri

Wabup Toba Ingatkan Pimpinan OPD Fokus Tuntaskan Program 2025

Luar Negeri

Barack Obama : AS Siap Sambut Presiden Perempuan Pertama

Luar Negeri

Mantan Presiden Barack Obama Dukung Kamala Harris

Luar Negeri

Ganjar Minta Anak Muda Tak Risih Politik, Contohkan Xi Jinping dan Obama

Luar Negeri

Israel Tidak Izinkan Pasokan BBM Masuk Gaza: Takut Dicuri Hamas