Taliban Afghanistan Kecam Serangan Brutal di Sekolah Pakistan

Sekjen PBB Tuding Tindakan Taliban Pengecut Bunuh Anak-anak

- Kamis, 18 Desember 2014 14:40 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir122014/hariansib_-Sekjen-PBB-Tuding-Tindakan-Taliban-Pengecut-Bunuh-Anak-anak.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo/Mohammad Sajjad
Ratusan orang mengikuti upacara pemakaman seorang siswa yang tewas dalam insiden penyerangan militan Taliban terhadap sekolah Army Public School di Peshawar yang menewaskan 145 orang termasuk 132 anak-anak tewas dan lebih dari 100 orang juga terluka.
Kabul (SIB)- Meskipun sama-sama Taliban, militan Taliban di Afghanistan mengecam keras serangan brutal yang dilakukan kelompok Taliban di Pakistan. Serangan terhadap anak-anak dan orang-orang tak berdaya dianggap tidak sejalan dengan prinsip Taliban."Pembunuhan dengan sengaja terhadap orang-orang tak berdosa, anak-anak dan wanita jelas berlawanan dengan ajaran Islam dan kriteria ini harus dipertimbangkan oleh setiap kelompok dan pergerakan Islam," ujar juru bicara Taliban Afghanistan, Zabihullah Mujahid dalam pernyataannya seperti dilansir Reuters, Rabu (17/12).Taliban Pakistan terpisah namun masih berafiliasi dengan Taliban Afghanistan yang hanya terpisah perbatasan negara. Kedua kelompok Taliban ini sama-sama bertujuan melengserkan pemerintah negara masing-masing dan mendirikan negara Islam sendiri.Sedikitnya 141 orang, yang terdiri atas 132 anak-anak dan 9 warga dewasa tewas akibat serangan brutal di sekolah yang dikelola militer di Peshawar pada Selasa (17/12). Serangan terjadi ketika anak-anak tersebut sedang mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Taliban di Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara Taliban menyatakan, serangan ini merupakan aksi balasan atas serangan-serangan militer Pakistan terhadap mereka.Militan Taliban menerobos masuk ke dalam sekolah dan langsung melepas tembakan brutal ke arah siswa-siswa tersebut. Sebagian besar anak-anak yang tewas berusia antara 12-16 tahun. Butuh waktu lebih dari 8 jam hingga akhirnya militer Pakistan melumpuhkan seluruh pelaku penyerangan.Kecaman juga datang dari sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dengan menyebut tindakan pengecut karena menyerang anak-anak yang tidak berdaya. "Tidak ada alasan yang bisa membenarkan aksi brutal seperti itu. Tidak ada kesedihan apapun yang bisa menggambarkan horor semacam ini," ujar Sekjen Ban. "Mengenyam pendidikan merupakan hak setiap anak. Pergi ke sekolah seharusnya tidak menjadi tindakan berani," imbuhnya. "Sungguh tindakan mengerikan dan sangat pengecut untuk menyerang anak-anak tak berdaya ketika mereka sedang sekolah," tegas Sekjen Ban.Pemerintah Iran tidak tinggal diam dengan mengutuk serangan teroris di Pakistan. "Serangan itu benar-benar perbuatan tidak manusiawi," cetus juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham. Ditegaskannya, terorisme, ekstremisme yang membahayakan nyawa orang-orang tak bersalah dengan tujuan apapun adalah hal yang sangat tercela.Pejabat tinggi Iran itu juga menyampaikan simpati untuk pemerintah dan rakyat Pakistan, khususnya keluarga para korban. Dikatakannya, kerjasama antar negara-negara di wilayah tersebut serta komunitas dunia diperlukan untuk memerangi terorisme dan ekstremisme.Ungkapkan KesedihanSementara peraih Nobel Perdamaian Malala Yousafzai mengungkapkan kesedihannya akan serangan yang dilakukan militan Taliban. Malala merasa tindakan terorisme itu sangat tak berperikemanusiaan. "Saya merasa patah hati dengan tindakan teror yang bodoh dan dingin yang dilakukan di Peshawar," ucap Malala yang kini tinggal di bagian tengah Inggris."Anak-anak yang tak berdosa itu tidak seharusnya mengalami kejadian ini di sekolah mereka. Saya mengecam tindakan brutal yang dilakukan oleh pengecut itu serta mendukung pemerintah dan militer Pakistan yang berupaya keras agar tindakan ini diatasi," sambungnya.Kelompok militan Taliban Pakistan mengecam aktivis pendidikan Malala Yousafzai atas hadiah Nobel Perdamaian yang diraihnya. Taliban menyebut gadis Pakistan itu meraih Nobel karena mengkampanyekan budaya Barat, bukan pendidikan.Malala menjadi ikon global setelah ditembak oleh Taliban dan nyaris tewas pada Oktober 2012 lalu. Penembakan itu dipicu oleh kampanye gencarnya mengenai hak anak-anak perempuan untuk mendapatkan pendidikan.Malala mendapatkan hadiah Nobel yang diserahkan dalam seremoni yang digelar di Oslo, Norwegia pada Rabu, 10 Desember lalu waktu setempat. Saat itu, gadis berumur 17 tahun itu bersumpah akan terus melanjutkan perjuangannya untuk hak setiap anak bersekolah.Malala merupakan peraih Nobel Perdamaian termuda sepanjang sejarah, dan warga Pakistan pertama yang mendapatkan hadiah prestisius tersebut. Namun di negerinya, sejumlah pihak, khususnya kelompok Taliban, mengecam Malala sebagai agen Barat. (Detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Keluarga Besar SMK Swasta GKPI 1 Pematangsiantar Rayakan Natal

Luar Negeri

Rakerda Partai Demokrat Sumut, Lokot Nasution Ungkap Penurunan Kursi DPRD dan Elektabilitas AHY

Luar Negeri

GKPI Medan Kota Adakan Pagelaran Lagu-Lagu Natal

Luar Negeri

Hari Kelima Sinode AM GKPI XXIV, Perhitungan Suara Calon Bishop Sedang Berlangsung, Pendeta Humala dan Ro Sininta Bersaing

Luar Negeri

Hari Keempat Sinode AM GKPI, Penjaringan Calon Pimpinan Sinode 2025–2030 Mulai Berlangsung

Luar Negeri

DPP Golkar Copot Adies Kadir dari Keanggotaan DPR RI