Beijing (SIB)- Tiongkok akan membangun jaringan pemantau lepas pantai, termasuk stasiun radar dan satelit, untuk meningkatkan kekuatan maritim negara tersebut, demikian dilaporkan harian resmi China Daily, Jumat, dalam sebuah langkah yang bisa memperburuk ketegangan di kawasan.Sebagian negara tetangga Tiongkok, termasuk Jepang, Filipina dan Vietnam, mengungkapkan keprihatinan atas kekuatan militer Tiongkok yang makin meningkat dan menonjol di kawasan tersebut.Jaringan, yang oleh pejabat Badan Kelautan Nasional disebut sebagai "hal mendasar" untuk melindungi kepentingan maritim Tiongkok itu, akan selesai dibangun pada 2020, kata harian tersebut.Jaringan tersebut akan meliputi perairan pantai, lautan lepas dan perairan tengah, kata laporan tersebut dan menambahkan bahwa operasi pengamatan bawah laut dan stasiun peringatan tsunami juga akan dibangun.Jaringan itu akan membantu Tiongkok merealisasikan potensi sumberdaya di kawasan perairan Tiongkok, kata harian tersebut. Tidak dijelaskan berapa biaya yang diperlukan untuk membangun jaringan tersebut.Tiongkok mengklaim hampir semua kawasan Laut China Selatan, yang diyakini kaya kandungan mineral serta deposit minyak dan gas.Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam dan Taiwan juga mengklaim sebagian kawasan tersebut.Di Laut China Timur, satu barisan pulau-pulau yang oleh Tiongkok disebut Diaoyu dan di Jepang bernama Senkaku, diklaim oleh kedua negara sehingga menimbulkan ketegangan hubungan.Kapal-kapal dan jet patroli dari kedua negara saling membayangi di dekat kepulauan tak berpenghuni itu, memicu kekhawatiran terjadinya benturan atau insiden lain yang bisa menyebabkan meluasnya konflik.Presiden AS Barack Obama meyakinkan sekutu-sekutunya di Asia Pasifik mengenai perubahan strategi Washington di kawasan itu, menyinggung konflik maritim Beijing dengan negara-negara tetangganya.Obama berjanji untuk meneruskan upaya meningkatkan hubungan keamanan dengan negara-negara, termasuk sekutu lamanya Jepang dan bekas musuhnya Vietnam.Washington meminta Tiongkok untuk menghentikan projek reklamasi lahan di wilayah sengketa Kepulauan Spratly di Laut China Selatan, setelah adanya laporan bahwa gambar satelit menunjukkan Tiongkok tengah membangun sebuah pulau di atas karang yang luasnya cukup untuk dijadikan landasan pesawat.Tiongkok mengatakan pihaknya memiliki "kedaulatan yang tidak terbantahkan" atas Kepulauan Spratly dan bahwa Amerika Serikat telah membuat "pernyataan tak bertanggung jawab". (Ant/Rtr/f)