Ramallah (SIB)- Presiden Palestina Mahmoud Abbas Kamis (18/12) menawarkan perundingan serius dengan Israel untuk mengakhiri pendudukan militer dan mendirikan negara Palestina merdeka pada tahun 2017. Selama pidato televisi pada pertemuan kepemimpinan Palestina, Abbas mengatakan upaya Palestina untuk menjadi negara dalam organisasi internasional akan mendorong putaran satu tahun perundingan perdamaian yang akhirnya akan mengakhiri pendudukan Israel dari wilayah-wilayah pendudukan.Dia menegaskan bahwa tawaran itu merupakan bagian dari perjuangan Palestina untuk merdeka dan menjadi negara berdasarkan perbatasan tahun 1967, dengan Jerusalem sebagai ibu kota dan solusi yang adil untuk masalah pengungsi sesuai dengan prakarsa perdamaian Arab dan Resolusi 194 Dewan Keamanan PBB.Abbas menekankan perlunya menghentikan kegiatan pemukiman ilegal Israel. Ia mengatakan pihak ketiga internasional diperlukan untuk memantau pengaturan keamanan selama masa transisi. Presiden mengatakan, tawaran Palestina mendatang di DK PBB kemungkinan akan menyerukan konferensi internasional yang bertujuan menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian antara Palestina dan Israel.Namun PM Israel Benjamin Netanyahu mengecam Abbas atas tawaran tersebut. "Abu Mazen (Abbas) mengira ia dapat mengancam kami dengan tindakan sepihak," kata Netanyahu selama acara Chanukah untuk pegawai kantornya."Ia tidak mengerti bahwa semua itu akan menghasilkan pengambil-alihan oleh Hamas atas Judea dan Samaria (nama Tepi Barat Sungai Jordan di dalam kita suci Yahudi), seperti yang pernah terjadi di Jalur Gaza. Kami takkan membiarkan ini terjadi," kata Netanyahu, sebagaimana dikutip Xinhua. Ia merujuk kepada pengambil-alihan Jalur Gaza oleh Hamas pada 2007.Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman juga menggambarkan upaya Palestina di PBB sebagai "tindakan agresi". "Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengesahkan tindakan yang tujuan tunggalnya ialah menyerang Israel, tanpa keuntungan buat rakyat Palestina. Sebaliknya, semua itu hanya dapat menambah parah konflik dan memperburuk situasi, dan takkan menghasilkan penyelesaian apa pun, sebab tanpa kesepakatan Israel takkan ada yang berubah," kata Lieberman.Palestina telah lama berupaya menjadi negara merdeka dengan menggelar perundingan damai. Namun pembicaraan perdamaian lanjutan antara Israel dan Palestina macet pada April, setelah sembilan bulan perundingan yang diperantarai AS.Pada pertemuan Konvensi Jenewa, disahkan deklarasi yang mendesak Israel "agar mematuhi hukum kemanusiaan di daerah perang dan wilayah pendudukan serta menyerukan penyelidikan mengenai kemungkinan pelanggaran atas hukum itu oleh Israel". (ant/AFP/d)