Kepala Militer Pakistan Perintahkan Eksekusi Mati 6 Militan

* Militer Serang Militan Taliban, 59 Orang Tewas
- Sabtu, 20 Desember 2014 14:47 WIB
Islamabad (SIB)- Kepala militer Pakistan menandatangani perintah eksekusi mati kepada enam militan yang menanti hukuman mati. Ini dilakukan setelah pemerintah mencabut moratorium hukuman mati atas kasus-kasus terorisme. "Kepala staf militer hari ini menandatangani perintah eksekusi mati atas 6 teroris yang menunggu eksekusi," kata juru bicara militer Mayor Jenderal Asim Bajwa seperti dilansir NDTV, Jumat (19/12).Keenam teroris tersebut telah dinyatakan bersalah oleh pengadilan militer dan dijatuhi vonis mati. Belum jelas kapan eksekusi mati akan dilakukan. Namun seorang pejabat senior keamanan India mengatakan, keenam orang tersebut akan dihukum gantung dalam beberapa hari.Sebelumnya pada Rabu, 17 Desember waktu setempat, Perdana Menteri Nawaz Sharif mengumumkan berakhirnya moratorium atas hukuman mati untuk kasus-kasus terkait terorisme. Ini dilakukan setelah peristiwa pembantaian di sebuah sekolah di Peshawar yang dilakukan Taliban pada Selasa, 16 Desember. Serangan brutal tersebut menewaskan 145 orang termasuk di antaranya 132 anak-anak sekolah yang dikelola militer tersebut.Kelompok Taliban mengklaim mendalangi serangan itu sebagai pembalasan terhadap militer Pakistan yang telah melancarkan operasi terhadap basis-basis Taliban di wilayah North Waziristan. Taliban menyatakan mengirim 7 anggotanya untuk membunuh anak-anak di sekolah yang dikelola militer tersebut. Selain membawa senapan laras panjang, ketujuh teroris tersebut memakai rompi bom untuk digunakan dalam aksi bom bunuh diri.Militer Pakistan membalas serangan itu dengan menyerang militan Taliban di kawasan lembah terpencil, dekat perbatasan Afghanistan. Setidaknya 59 militan tewas dalam serangan tersebut dan bentrokan lainnya di tempat terpisah. Serangan tersebut dilancarkan militer Pakistan pada Kamis, 18 Desember malam waktu setempat di lembah Tirah di wilayah Khyber, yang selama ini merupakan salah satu rute penyelundupan senjata antara Afghanistan dan Pakistan."Pasukan menyerang kelompok yang sedang bergerak... para teroris yang kabur meninggalkan jasad-jasad rekan mereka," demikian pernyataan militer Pakistan. Serbuan itu menewaskan 32 militan. Namun dalam baku tembak lainnya di tempat terpisah, militer Pakistan menewaskan 27 militan Taliban.Selama ini militer Pakistan telah melancarkan serangan-serangan terhadap para militan Taliban yang berada di wilayah Khyber dan North Waziristan, yang juga berbatasan dengan Afghanistan. Namun serangan tersebut langsung digencarkan menyusul pembantaian Taliban di sekolah Peshawar pada Selasa, 16 Desember lalu.Baru 2 Hari SekolahPembantaian Taliban di sekolah Pakistan menewaskan 145 orang termasuk di antaranya 132 anak-anak. Di antara anak-anak tersebut, Young Khola Altaf adalah yang termuda. Anak perempuan tersebut berumur lima tahun dan dinyatakan sebagai yang termuda dari 132 bocah-bocah tak bersalah yang dibantai Taliban pada Selasa, 16 Desember lalu. Diketahui bahwa bocah tersebut baru saja menjadi murid di sekolah Army Public School yang dikelola militer. Di sekolah tersebut, Altaf baru dua hari bersekolah di TK yang terdapat di sekolah yang berada di kota Peshawar tersebut. Para korban lainnya adalah anak-anak SD dan SMP yang menjadi bagian dari sekolah Army Public School. Gadis kecil tersebut dilaporkan ditembak dari jarak dekat oleh teroris Taliban yang menyerang sekolah itu.Kelompok Taliban mengklaim mendalangi serangan itu sebagai pembalasan terhadap militer Pakistan yang telah melancarkan operasi terhadap basis-basis Taliban di wilayah North Waziristan. Taliban menyatakan mengirim 7 anggotanya untuk membunuh anak-anak di sekolah yang dikelola militer tersebut. Selain membawa senapan laras panjang, ketujuh teroris tersebut memakai rompi bom untuk digunakan dalam aksi bom bunuh diri. (Detikcom/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Revitalisasi Rp965 Juta di SMP Negeri 1 Ulugawo Nias Disorot Warga

Luar Negeri

Kades Tanjungharap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta

Luar Negeri

Bulog Sumut Pastikan Stok Beras, Minyakita, dan Gula Aman Jelang Lebaran 2026

Luar Negeri

Hari Kelima Uji Kompetensi Keahlian SMK Mandiri di Medan Lancar

Luar Negeri

Akademisi: Mundurnya Sejumlah Kadis di Pemprovsu Jadi Anomali dalam Budaya Birokrasi

Luar Negeri

Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Canangkan Pembangunan Zona Integritas 2026