Ayah 3 Anak Dalang Pembantaian Taliban di Sekolah Pakistan

* Pertama Sejak 2008, Pakistan Gantung Mati 2 Teroris
- Minggu, 21 Desember 2014 19:29 WIB
Islamabad (SIB)- Dalang pembantaian Taliban di sebuah sekolah di kota Peshawar, Pakistan telah teridentifikasi. Dia adalah seorang pria berumur 36 tahun yang memiliki tiga anak. Pria penggemar olahraga voli tersebut bernama asli Umar Mansoor. Kelompok Taliban Pakistan menyatakan dia mendalangi serangan brutal di sekolah yang dikelola militer pada Selasa, 16 Desember lalu.Dalam video Taliban yang diposting di sebuah situs seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (20/12), Mansoor menyampaikan pembenaran atas serangan brutal Taliban yang menewaskan 145 orang, termasuk 132 anak-anak sekolah itu."Jika kaum wanita dan anak-anak kami mati sebagai martir, maka anak-anak kalian tak akan lolos," cetusnya. "Kami akan memerangi kalian dengan cara seperti kalian menyerang kami dan kami akan membalas dendam atas mereka yang tak bersalah," imbuh Mansoor.Kelompok Taliban telah menyatakan bahwa pembantaian di sekolah Army Public School tersebut sebagai pembalasan atas operasi antimilitan yang dilancarkan militer Pakistan. Taliban menuding militer telah menewaskan anak-anak dan kaum perempuan dalam operasi tersebut.Dalam video Taliban tersebut, Mansoor digambarkan sebagai "amir" atau pemimpin di Peshawar dan Darra Adam Khel. Menurut seorang komandan Taliban, Mansoor sangat menentang perundingan damai dengan pemerintah. "Dia sangat tegas sejak awal dia bergabung," tutur komandan tersebut. "Dia langsung meninggalkan banyak komandan jika mereka berhati lembut terhadap pemerintah," tandasnya.Sementara militer Pakistan menggencarkan serangan terhadap tempat-tempat persembunyian militan. Tujuh orang tewas dalam dua insiden terpisah, ketika aparat polisi dan tentara paramiliter menyerbu tempat-tempat persembunyian militan pada Sabtu pagi waktu setempat. Di antara korban jiwa termasuk seorang polisi dan seorang tentara paramiliter. Dalam insiden pertama, polisi dan tentara paramiliter menyerang persembunyian militan di kawasan Mechani, Shabqadar, sebuah kota yang berjarak sekitar 30 kilometer sebelah utara Peshawar."Seorang prajurit Korps Perbatasan dan seorang polisi menjadi martir dalam kontak senjata dengan para militan di kawasan Mechani, Shabqadar, Sabtu pagi," ujar pejabat kepolisian setempat, Wilayat Khan. Dikatakan pejabat tersebut, dua militan dari kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) juga tewas dalam baku tembak itu.Pejabat senior lainnya, Rasheed Khan mengkonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, para militan langsung melepas tembakan ketika polisi dan pasukan paramiliter menyerbu tempat persembunyian mereka. Dalam insiden lainnya, lima anggota TTP termasuk komandan setempat tewas."Lima anggota Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) tewas dalam serbuan ke tempat persembunyian mereka di kawasan Matni, Gujjar Gadi, sekitar 16 mil sebelah setelah Peshawar," ungkap seorang pejabat keamanan senior Pakistan.Selama enam bulan terakhir, militer Pakistan telah melancarkan operasi besar-besaran terhadap basis-basis Taliban dan kelompok militan lainnya di wilayah-wilayah kesukuan, yang berada di perbatasan Afghanistan. Namun operasi itu kian gencar setelah pembantaian Taliban di sekolah Peshawar pada Selasa, 16 Desember lalu.Gantung 2 TerorisOtoritas Pakistan menghukum gantung dua teroris. Ini merupakan eksekusi mati pertama sejak tahun 2008, setelah pemerintah mencabut moratorium atas hukuman mati, beberapa hari lalu. Pencabutan moratorium hukuman mati atas kasus-kasus terkait terorisme tersebut dilakukan menyusul serangan brutal Taliban ke sebuah sekolah di kota Peshawar. Pembantaian pada Selasa, 16 Desember tersebut menewaskan setidaknya 145 orang termasuk 132 anak-anak."Ya, dua militan: Aqil alias Dokter Usman dan Arshad Mehmood telah digantung di penjara Faisalabad," tutur Shuja Khanzada, Menteri Dalam Negeri Provinsi Punjab, tempat eksekusi dilangsungkan. Pejabat senior dari penjara tersebut juga mengkonfirmasi eksekusi mati tersebut.Aqil yang juga dikenal sebagai Dokter Usman, divonis mati atas serangan ke markas besar militer di Rawalpindi pada tahun 2009. Dia ditangkap setelah terluka dalam serangan itu. Sementara Arshad Mehmood divonis mati atas keterlibatannya dalam upaya pembunuhan 2003 terhadap mantan presiden Pakistan, Jenderal Pervez Musharraf. Sebelumnya pada Kamis, 18 Desember, kepala militer Pakistan menandatangani perintah hukuman gantung atas enam teroris yang telah divonis mati. Dengan perintah ini, mereka akan dieksekusi mati dalam beberapa hari ini.Sementara pesawat tak berawak (drone) milik Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap para militan di Pakistan. Setidaknya lima militan tewas dalam serangan udara di wilayah kesukuan Pakistan, yang berada dekat perbatasan Afghanistan hari ini. Serangan udara tersebut dilancarkan di wilayah North Waziristan, satu dari tujuh distrik kesukuan semiotonomi yang berbatasan dengan Afghanistan, yang dianggap sebagai pusat bagi militan Al-Qaeda dan Taliban."Sebuah pesawat tak berawak AS menembakkan dua rudal ke sebuah kamp di kawasan Mada Khail, wilayah Datta Khail di North Waziristan yang menewaskan lima militan. Korban jiwa diperkirakan akan bertambah," ujar seorang pejabat senior keamanan Pakistan.Insiden ini telah dikonfirmasi oleh sumber-sumber intelijen lokal. Wilayah kejadian pada umumnya tertutup bagi para jurnalis. Akibatnya, sulit untuk memverifikasi secara independen jumlah korban tewas maupun identitas mereka.Selama bertahun-tahun ini, pemerintah Amerika Serikat terus mendesak Pakistan untuk membersihka basis-basis militan di North Waziristan, yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap pasukan NATO di Afghanistan. (Detikcom/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Tambahan Korban Kekerasan Seksual Terungkap, Anggota DPR RI Kawal Orang Tua Buat Laporan ke Polres Asahan

Luar Negeri

Dinkes Sumut: Anggaran Rp2,7 M untuk Bus Klinik Lapangan, Bukan LC 300 GR Sport

Luar Negeri

Cipta Kondisi di Rantauprapat, Polres Bersama Kodim dan Pemkab Labuhanbatu Patroli Gabungan

Luar Negeri

Indosat Luncurkan SATSPAM+ Ramadan, Klaim Lindungi WhatsApp Call dari Penipuan

Luar Negeri

Bulog Sumut Pastikan Stok Beras, Minyakita, dan Gula Aman Jelang Lebaran 2026

Luar Negeri

Hari Kelima Uji Kompetensi Keahlian SMK Mandiri di Medan Lancar