Rusia akan Balas Sanksi AS dan Kanada

8 Putin: Tidak Ada yang Bisa Mengintimidasi dan Mengisolasi Rusia
- Senin, 22 Desember 2014 12:54 WIB
Moskow (SIB)- Rusia akan membalas pemberlakuan sanksi-sanksi baru dari Amerika Serikat (AS) dan Kanada dan menyebut tindakan itu sebagai bukti bahwa Barat kurang berminat membantu penyelesaian krisis Ukraina.Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich pada Sabtu (20/12) menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Kanada masih tidak bisa menerima hasil deklarasi bebas Krimea dan Sevastopol. "Saran kami kepada Washington dan Ottawa adalah untuk memikirkan konsekuensi dari tindakan semacam itu... Dan kita harus melakukan tindakan pembalasan," tambah dia.Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan tidak ada pihak yang bisa mengintimidasi dan mengisolasi Rusia. Hal ini terkait diberlakukannya sanksi baru terhadap Moskow karena krisis Ukraina. "Tentu saja, tidak ada yang akan dapat mengintimidasi kami, atau mempengaruhi dan mengisolasi Rusia. Tidak ada yang pernah bisa dan tak akan bisa," kata Putin seperti yang dilansir AFP, Sabtu (20/12).Putin mengatakan Rusia harus siap untuk kondisi tertentu dan bereaksi terhadap semua ancaman terhadap kedaulatan, stabilitas dan persatuan. Pada hari Jumat (19/20) kemarin, Uni Eropa dan Amerika Serikat mendorong sanksi terhadap Crimea atas aneksasi oleh Rusia pada bulan Maret lalu. Kemudian AS dan Uni Eropa sepakat melarang semua investasi di Crimea termasuk bersandarnya kapal-kapal internasional di pelabuhan tersebut. Sanksi embargo terhadap Rusia ini masih berlangsung hingga kini. Presiden AS Barack Obama, Jumat (19/12) menandatangani perintah eksekutif untuk menerapkan pelarangan investasi baru di Krimea dan pembatasan ekspor atau impor barang, teknologi, atau jasa dengan wilayah Ukraina yang bergabung dengan Rusia setelah referendum Maret yang tidak mendapat pengakuan dari Kiev dan Barat.Pada hari yang sama Perdana Menteri Kanada Stephen Harper mengumumkan bahwa Ottawa akan melakukan pembatasan ekspor teknologi yang berhubungan dengan eksplorasi dan ekstraksi minyak di laut dalam dan Kutub Utara ke Rusia.Seperti dilansir kantor berita Xinhua, sanksi-sanksi itu diberlakukan sehari setelah Uni Eropa mengumumkan sanksi-sanksi terhadap Moskow terkait dengan penggabungan Krimea ke Rusia. Washington dan sekutunya telah menerapkan beberapa putaran sanksi terhadap Moskow terkait tuduhan mengenai perannya dalam kekacauan krisis Ukraina dan pemberlakuan sanksi-sanksi itu membuat ekonomi Rusia stagnan. (dtc/Xinhua/Ant/q)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

17 Lapak Pasar Delimas Disegel, Pemkab Deliserdang Tegaskan HGB Sudah Berakhir

Luar Negeri

Jaksa Agung Mutasi 31 Kajari, Tiga Dicopot Usai Pemeriksaan Internal

Luar Negeri

Dua Kajari di Sumut Dicopot Usai Diperiksa Kejagung, Ini Penggantinya

Luar Negeri

Bea Cukai Kanwil Jakarta Segel Tiga Toko Perhiasan Mewah, Diduga Langgar Administrasi Impor

Luar Negeri

PGI Kecam Penembakan Pesawat Smart Air di Papua Selatan, Dua Awak Tewas

Luar Negeri

Terekam CCTV, Pria 'Berperawakan Ninja' Gasak 2 Sepeda Motor Sekaligus di Padang Bulan