Inggris (SIB)- Bicara tentang hak asasi manusia, orang-orang Inggris mungkin adalah ahlinya. Tapi jika sudah menyangkut pelaksanaan, perlakuan para pejabat pemerintah pada seorang nenek berusia 100 tahun yang buta dan tuli, memperlihatkan kenyataan sebenarnya. Dilansir dari Daily Mail, Minggu (21/12), Violet Davies yang tidak dapat melihat dan mendengar, memperoleh surat dari Dewan Kota East Sussex, yang menuntutnya membayar biaya perawatan panti jompo sebesar £9.000 atau sekitar Rp174,5 juta.Sayang Violet cuma memiliki kurang dari £3.000 di bank. Nenek satu orang anak itu jelas tidak bisa memenuhi tuntutan. Putranya yang telah berusia 71 tahun, Les Davies, juga tidak memiliki dana untuk membayarnya. Les Davies telah berkali-kali menjelaskan kepada pejabat pemerintah, tentang kondisi yang mereka hadapi. Dewan Kota tidak peduli, dan menetapkan batas waktu selama dua minggu untuk membayar, pada 9 Desember lalu.Setelah dua minggu, mereka akan dituntut ke pengadilan. Artinya, persidangan akan dimulai pada Rabu, 24 Desember 2014, atau saat malam Natal, di mana banyak orang lanjut usia semestinya berkumpul dengan keluarga mereka. Les yang didiagnosa menderita kanker, pada 2013 lalu, mengatakan para pejabat pemerintah sangat tidak berperasaan. "Bagaimana anda dapat mengancam untuk menuntut seorang wanita berusia 100 tahun yang buta dan tuli?" ucapnya.Sementara banyak orang di Inggris dapat menerima tunjangan dari pajak publik, hanya untuk operasi plastik dan bahkan operasi kelamin, Violet yang banyak berjasa pada Perang Dunia II justru mendapat perlakuan tidak manusiawi. Saat PD II, Violet bergabung dengan kelompok sukarelawan wanita Inggris, Royal Voluntary Service, yang bertugas untuk mengantarkan makanan bagi keluarga-keluarga korban perang. Dia kemudian bekerja sebagai penjaga sekolah, sebelum menetap di Addlestone.Setelah suaminya, Jim, meninggal 33 tahun lalu, Violet kembali menjadi sukarelawan di panti jompo. Tapi pada 2003, dia mulai kehilangan penglihatan dan pendengaran sehingga tidak lagi bisa tinggal seorang diri. Dia kemudian tinggal bersama putranya. Tapi sejak Les didiagnosa menderita kanker, pada April 2013, dia terpaksa mencarikan rumah yang layak untuk ibunya. Dewan Kota East Sussex sebelumnya setuju membiayai sebagian biaya perawatan Violet.Sementara dia diminta memberikan kontribusi sebesar £500 sebulan. Namun September lalu, Dewan Kota menyebut biaya perawatan telah meningkat. Dia harus membayar £9.697, jumlah yang membuatnya terkejut. Caroline Abrahams dari badan amal Age UK, mengatakan kasus Violet adalah salah satu contoh buruknya sistem perawatan sosial. (dailymail/vvn/i)