PYONGYANG (SIB)- Pemerintah Korea Utara, Senin (22/12), mengancam akan menyerang Amerika Serikat karena menganggap Presiden Barack Obama menyebarkan rumor Pyongyang mendalangi serangan siber terhadap Sony Pictures. Komisi pertahanan nasional yang dipimpin langsung Kim Jong Un itu menegaskan bahwa angkatan bersenjata Korea Utara yang berkekuatan 1,2 juta personel sudah siap melakukan semua jenis perang terhadap AS."Serangan balik terkeras akan diarahkan langsung ke Gedung Putih, Pentagon dan seluruh daratan AS yang adalah sampah terorisme," demikian pernyataan Departemen Kebijakan Komisi Pertahanan Nasional Korea Utara yang dilansir kantor berita KCNA.Pernyataan ini menegaskan betapa sensitifnya Pyongyang terhadap film buatan AS yang mengisahkan rencana pembunuhan pemimpin negeri itu Kim Jong Un. Pemerintah AS menuding Pyongyang mendalangi peretasan yang kemudian meningkat menjadi ancaman serangan terhadap gedung-gedung bioskop dan penonton film AS. Itulah sebabnya, Sony Pictures akhirnya menunda rilis film "The Interview".Presiden Obama yang kemudian berjanji akan merespon secara proporsional serangan dunia maya ini, kepada CNN mengatakan, Washington tengah mempertimbangkan untuk mengembalikan Korea Utara ke dalam daftar negara sponsor terorisme. Dalam wawancara itu Obama juga menegaskan bahwa serangan siber yang dilakukan Korea Utara belum dapat dikatakan sebagai sebuah pernyataan perang terhadap AS. Dalam wawancara di program "State of the Union" di CNN, Obama juga menyebut aksi Korea Utara bukanlah "tindakan perang". "Itu merupakan tindakan cybervandalisme (vandalisme di dunia maya)," kata Obama, Senin (22/12) pagi. Namun, Obama tidak menjelaskan kapan Korea Utara akan dimasukkan ke dalam daftar negara pendukung terorisme. "Saya akan menunggu untuk meninjau kembali seperti apa temuannya," ucap Obama. (AP/kps/i)