ISLAMABAD (SIB)- Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudry Nisar Ali Khan mengatakan, pemerintah memiliki informasi tentang kemungkinan serangan teror lagi seperti pembantaian minggu lalu di satu sekolah militer. Khan tidak merincinya, tetapi mengatakan semua pelosok Pakistan harus waspada. Ia memperingatkan perusahaan ponsel bahwa mereka bisa didakwa terorisme jika mengeluarkan kartu identifikasi ponsel palsu.Ia juga mengatakan, para pemilik hotel harus memeriksa keaslian identitas tamu-tamunya dan akan diminta bertanggung jawab jika menyewakan kamar kepada teroris. Ia mengimbau rakyat Pakistan agar berbagi informasi dengan pihak keamanan. Khan mengatakan, militer Pakistan bisa saja melancarkan serangan besar-besaran terhadap kubu-kubu militan, tetapi tidak ingin mengakibatkan korban jiwa di kalangan sipil.Kawanan Taliban Pakistan menyerbu sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshawar minggu lalu, menewaskan hampir 150 siswa dan guru. Taliban menyebut serangan itu sebagai pembalasan atas serangan militer Pakistan terhadap pemberontak. Menanggapi serangan itu, Pemerintah Pakistan telah mencabut moratorium hukuman mati dan pada Minggu (21/12) menghukum gantung empat militan lagi.Mereka dieksekusi di kota Faisalbad terkait rencana pembunuhan mantan Presiden Pervez Musharraf. Dua tersangka lainnya dieksekusi pada Jumat. Tahanan dengan kewarganegaraan ganda bernama Akhlas Akhlaq. Tiga pria lainnya dilaporkan media Pakistan sebagai Ghulam Sarwar, Zubair Ahmed, dan Rashid Tipu. Pakistan menerapkan moratorium hukuman mati pada tahun 2008. Hukuman mati baru tetap dilakukan meskipun PBB telah berusaha menghentikannya.(BBC/i)