Laporan dari Den Haag

Pidato Natal, Raja Belanda Singgung Kebhinnekaan

- Sabtu, 27 Desember 2014 18:13 WIB
Den Haag (SIB)- Sudah tradisi tiap Hari Raya Natal kepala negara (Ratu atau Raja) Belanda menyampaikan pidato kenegaraan. Kali ini Raja dalam pidatonya menyinggung kebhinnekaan.Kesatuan tanpa kebhinnekaan itu menyesakkan. Kebhinnekaan tanpa kesatuan akan cerai-berai. Kita saling memerlukan satu sama lain, lebih dari yang sering kita sendiri sadari.Demikian Raja Willem-Alexander Claus George Ferdinand, Koning der Nederlanden, Prins van Oranje-Nassau, Jonkheer van Amsberg dalam pidato Hari Raya Natal, yang disiarkan seluruh saluran publik nasional, Kamis (25/12).Disampaikan bahwa ketegangan-ketegangan membuat masyarakat berada dalam tekanan, secara nasional, tetapi juga dekat rumah, di pemukiman dan lingkungan, sekolah, tempat kerja dan juga internet."Betapa pun perasaan dan kegelisahan dapat dimengerti, dan betapa pun intensnya keyakinan dapat dihayati, namun semua itu bukan suatu pengesahan untuk berbuat apa saja. Siapa mengancam orang lain, maka dia merampas rasa aman orang lain," ujar Raja Willem.Raja mengatakan bahwa nilai kebebasan dan demokrasi itu terutama menjadi jelas bagi siapa yang tidak memilikinya.Menurut penerus tahta dari Ratu Beatrix ini, bagi masyarakat Belanda yang sangat majemuk kekayaan berupa kebebasan itu masih dapat disandang, asal beberapa persyaratan tetap terpenuhi. "Asal kita tetap menyadari bahwa kebebasan kita adalah tanggung jawab kita bersama. Dan bahwa manusia hanya sungguh-sungguh bisa bebas, jika mereka dapat menjadi dirinya sendiri dalam suatu masyarakat yang menerima bahwa manusia berbeda satu sama lain," demikian Raja Willem.Penduduk Belanda sendiri, yang saat ini jumlahnya 16,7 juta orang, merupakan komposisi multikultural dan multietnik dengan berbagai macam agama dan tidak beragama, golongan, dan latar belakang asal-usul dari berbagai macam bangsa.Sebelumnya Raja Willem memanfaatkan pidato Natal itu untuk mengenang kembali para korban kecelakaan pesawat MH017, keluarga dan teman-teman para korban. Tidak hanya korban warga Belanda, tetapi juga para korban warga Indonesia dan lainnya. (detikcom/f)   


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Prabowo Tegaskan Indonesia Dukung Solusi Dua Negara, Siap Kirim Pasukan ke Gaza

Luar Negeri

Berpidato di KTT PBB, Prabowo Dukung Solusi 2 Negara Palestina-Israel

Luar Negeri

Paripurna HUT ke-80 Tapteng, Bupati Singgung Utang PEN dan Minimnya PAD

Luar Negeri

Perdana Sejak 10 Tahun, Presiden RI Akan Pidato di Majelis Umum PBB

Luar Negeri

Pidato Prabowo di MPR: Gugurkan Tradisi Baju Adat, Diacungi 2 Jempol Jokowi

Luar Negeri

Wali Kota: HUT Ke-80 RI Perkuat Komitmen Menuju Tanjungbalai Emas