Kuala Lumpur (SIB)- Kasus hilangnya pesawat Air Asia menjadikan tahun 2014 sebagai tahun kelam bagi maskapai penerbangan negara tetangga tersebut. Karena sudah dua kecelakaan pesawat dari maskapai Malaysia. Sebelumnya, pesawat Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH-370 hilang dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing pada Maret 2014. Namun, hingga saat ini pesawat itu belum ditemukan. Pada Juli 2014, kembali pesawat Malaysia Airline dengan nomor penerbangan MH-17 dengan tujuan Amsterdam menuju Kuala Lumpur ditembak ketika mengudara di langit Ukraina.Pemerintah Malaysia mulai angkat bicara mengenai hilangnya pesawat Air Asia. Seperti dilansir Bernama, Minggu (28/12), Menteri Transportasi Malaysia, Dato Sri Liow Tiong Lai mengeluarkan peringatan kepada seluruh bandara dan penerbangan di Malaysia.Menteri Liow juga akan memonitor semua perkembangan terbaru dari hilangnya pesawat Air Asia dengan rute Surabaya menuju Singapura. Pihaknya juga siap berkordinasi dengan Indonesia maupun Singapura agar keberadaan pesawat naas tersebut bisa segera ditemukan.Sejauh ini pemerintah Australia, Singapura, dan Malaysia mengaku siap membantu Indonesia untuk mencari pesawat Air Asia. Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak telah mengetahui mengenai insiden tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai hilangnya pesawat. "Saya belum memiliki banyak informasi detail mengenai apa yang terjadi. Namun, memang terdapat kemungkinan besar sebuah tragedi telah terjadi. Kami akan melakukan berbagai cara untuk mengetahui apa yang terjadi," ujar Najib dan dikutip harian Singapura, Strait Times. Sementara itu, stasiun televisi SBS mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, yang mengaku telah menghubungi Menlu RI Retno LP Marsudi. Kepada Retno, Bishop menawarkan bantuan untuk mencari pesawat jenis Airbus 320-200 itu. Dan, tawaran tersebut diterima. "Kami mungkin bisa membantu dalam operasi penyelamatan dan pencarian. Australia siap untuk memenuhi permintaan apa pun dan merespons sesuai kemampuan kami," ungkap Bishop. Dia turut menyampaikan doa dan duka bagi keluarga penumpang. "Kami berharap dan berdoa, semua yang ada di pesawat akan selamat," tambah Bishop. Kendati berdasarkan daftar penumpang yang dirilis Air Asia tidak menyebut adanya warga Negeri Kanguru, namun, Bishop tetap meminta untuk memeriksa apakah ada warga Australia yang memiliki dua kewarganegaraan. Hal itu sedang ditindak lanjuti melalui Kedutaan Besar Australia di Jakarta dan Komisi Tinggi di Singapura. Negeri Singa juga menyatakan siap untuk membantu pencarian Air Asia. Stasiun berita Channel News Asia melaporkan Angkatan Bersenjata Singapura (SAF) menempatkan dua pesawat Hercules C-130 untuk membantu pencarian. "SAF siap untuk membantu mengerahkan peralatan jika dibutuhkan untuk operasi pencarian," tulis Kementerian Pertahanan Singapura. Sementara itu, melalui akun resmi Facebooknya, Menteri Pertahanan Singapura, Ng Eng Han, menulis Menhan RI, Ryamizard Ryacudu mengucapkan terima kasih atas tawaran bantuan itu. Singapura juga aktif menawarkan bantuan ke Basarnas melalui Pusat Koordinasi Penyelamatan Singapura (RCC). Pusat penyelamatan itu merupakan badan yang dikelola CAAS. RCC disebutkan menawarkan pesawat dan kapal membantu pencarian pesawat yang membawa 155 penumpang dan enam kru pesawat. Soroti CuacaSementara jaringan televisi di Malaysia ikut menyiarkan musibah hilangnya pesawat Air Asia. Salah satu jaringan televisi yang menyebarluaskan informasi mengenai musibah tersebut adalah Astro. Dalam tayangan televisi terlihat televisi itu menayangkan wawancara dengan petugas Kaji Cuaca Meteorologi Malaysia. Petugas tersebut, melalui wawacara telepon, menjelaskan kondisi cuaca pada saat musibah terjadi.Malaysia cukup trauma dengan kecelakaan pesawat setelah dua pesawat Malaysia Airlines mengalami musibah dalam waktu yang hampir bersamaan. Malaysia mengelola dua bandara internasional. Salah satunya adalah Kuala Lumpur International Airport (KLIA) 2 di Sepang, tidak jauh dari sirkuit Formula 1.Di KLIA inilah pesawat-pesawat putih merah Air Asia bermarkas. Sebagian terbesar pesawat yang parkir di sini adalah Air Asia. KLIA 2 merupakan markas pesawat-pesawat low cost. Lion Air dari Jakarta juga bermarkas di sini.Malaysia sedang sensitif dengan cuaca di akhir tahun ini. Beberapa kota di setidaknya enam negara bagian mengalami banjir akibat hujan deras yang turun terus-menerus. Lebih dari 600.000 orang dilaporkan mengungsi akibat banjir. Semalam, radio Malaysia menyiarkan lagu-lagu (termasuk lagu Indonesia) sambil mengajak permirsa untuk membantu korban banjir. (okz/BBC/kps/f)