ISIS Eksekusi Hampir 2.000 Orang dalam 6 Bulan Terakhir

- Selasa, 30 Desember 2014 11:40 WIB
Beirut (SIB)- Kelompok militan Negara Islam atau yang lebih dikenal dengan nama ISIS telah menewaskan 1.878 orang di Suriah selama enam bulan terakhir, sebagian besar warga sipil, kata sebuah lembaga pemantau Suriah yang berbasis di Inggris. ISIS juga menewaskan 120 anggotanya sendiri dalam dua bulan terakhir, kebanyakan merupakan anggota milisi asing yang berusaha untuk kembali ke tanah air mereka, kata Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia.ISIS menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah dan pada Juni lalu mengumumkan kekhalifahan di wilayah yang berada di bawah kendalinya. Sejak saat itu, kelompok tersebut telah bertempur melawan pemerintah Suriah dan Irak, para pemberontak lainnya dan pasukan Kurdi.Rami Abdulrahman, kepala kelompok pemantau Suriah itu, mengatakan ISIS telah membunuh 1.175 warga sipil, termasuk delapan wanita dan empat anak. Dia mengatakan sebanyak 930 warga sipil itu merupakan warga Sheitaat, sebuah suku Muslim Sunni di Suriah timur yang bertempur lawan ISIS untuk menguasai dua ladang minyak pada Agustus lalu.Angka-angka itu tidak dapat diverifikasi tetapi ISIS telah mempublikasikan aksi pemenggalan dan perajaman terhadap banyak orang di daerah yang dikendalikannya di Suriah dan Irak. Eksekusi itu dikatakan pantas bagi mereka yang dianggap melanggar hukum Islam, seperti melakukan perzinahan, homoseksualitas, pencurian dan penghujatan.Kelompok itu, yang awalnya merupakan sebuah cabang Al Qaeda itu, juga telah merilis sejumlah video tentang eksekusi terhadap para tentara musuh, aktivis dan jurnalis yang mereka tangkap. ISIS  telah memenggal dua wartawan Amerika tahun ini. Sorang pekerja bantuan AS dan dua pekerja bantuan asal Inggris juga dieksekusi dalam upaya untuk menekan koalisi internasional yang dipimpin AS yang telah mengebom sejumlah sasaran ISIS di Suriah sejak September.Abdulrahman, yang mengumpulkan informasi dari berbagai pihak di Suriah, mengatakan ISIS juga telah mengeksekusi 502 tentara yang berperang untuk Presiden Bashar al-Assad dan 81 orang pemberontak anti-Assad. Dia juga mengatakan bahwa 116 pejuang asing yang telah bergabung dengan ISIS tetapi kemudian ingin kembali ke rumah mereka telah dieksekusi di Provinsi Deir Al-Zor, Raqqa dan Hassake sejak November. Empat pejuang ISIS lainnya tewas dengan tuduhan yang lain. Namun banyak korban ISIS merupakan warga Suriah. Lebih dari 200.000 orang tewas dalam perang sipil di Suriah, yang dimulai ketika pasukan Assad menindak tegas aksi damai pro-demokrasi di negara itu tahun 2011. (kps/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Krisis Air Bersih Hantui Warga Terdampak Banjir di Aceh Tamiang, PT Rapala Beri Perhatian Serius

Luar Negeri

Gelombang Protes Meluas di Iran: 36 Orang Tewas, Mossad Serukan Turun ke Jalan

Luar Negeri

12 Ribu Pelanggan PDAM Tirtanadi Padangsidimpuan Masih Krisis Air Minum

Luar Negeri

Krisis Air di Taput Picu Ledakan Keluhan Warga, Direktur PDAM Disorot

Luar Negeri

DPRD Sumut Desak Pertamina Jelaskan Krisis Antrean BBM di Medan dan Daerah

Luar Negeri

Krisis BBM Hambat Perbaikan Pipa, 12 Ribu Pelanggan PDAM Padangsidimpuan Kekurangan Air