PBB: Anak-anak Disiksa dan Diperkosa Pasukan Suriah

- Jumat, 07 Februari 2014 13:42 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/uploads/images/2014/02/hariansib_PBB--Anak-anak-Disiksa-dan-Diperkosa-Pasukan-Suriah.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo
Orang tua dan anak-anak pengungsi Suriah bersiap meninggalkan kamp pengungsi di Damaskus, Suriah. Pengungsi konflik Suriah hidup dalam kondisi memprihatinkan, khususnya anak-anak yang menurut laporan PBB, Kamis (6/2) disebut menjadi korban penyiksaan dan
Damaskus (SIB)- Mengerikan! Anak-anak di Suriah telah disiksa dan diperkosa oleh pasukan pemerintah Suriah selama konflik yang telah berlangsung hampir tiga tahun. Mereka juga direkrut oleh para pemberontak untuk bertempur menggulingkan rezim Presiden Bashar al-Assad. Demikian menurut laporan baru Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pekan ini ke Dewan Keamanan PBB dan diposting di situs PBB seperti dilansir News.com.au, Kamis (6/2/2014). Laporan PBB tersebut menyoroti perlakuan terhadap anak-anak dalam konflik yang pecah sejak Maret 2011 hingga 15 November 2013. Dalam laporan itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, anak-anak Suriah telah mengalami "penderitaan yang tak terkatakan" selama kurun waktu tersebut. Ban menyerukan semua pihak yang bertikai di Suriah untuk "segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi dan membela hak-hak semua anak-anak di Suriah." Menurut laporan PBB, pasukan pemerintah Suriah bertanggung jawab atas penangkapan, perlakuan buruk dan penyiksaan anak-anak di negeri itu. Anak-anak yang berada dalam tahanan pemerintah dilaporkan telah mengalami pemukulan dengan kabel logam, kayu dan benda-benda lainnya. Anak-anak yang ditahan itu juga mengalami kekerasan seksual termasuk pemerkosaan.Tidak disebutkan metodologi apa yang digunakan dalam penyusunan laporan tersebut. Juga tidak jelas bagaimana para penyidik PBB mendapatkan informasi tersebut.Dalam laporan itu disebutkan, tuduhan kekerasan seksual oleh kelompok-kelompok oposisi juga diterima PBB. Namun badan dunia itu menyatakan tak bisa menyelidiki lebih lanjut klaim tersebut dikarenakan kurangnya akses ke wilayah-wilayah yang dikuasai para pemberontak. Dalam laporan itu, PBB juga mengecam para pemberontak karena merekrut dan menggunakan anak-anak untuk bertempur juga untuk melakukan operasi militer.Ledakan Bom Guncang SD Libya, 12 Anak-anak TerlukaLedakan bom mengguncang arena bermain satu sekolah dasar (SD) di kota Benghazi, Libya. Akibatnya, 12 anak-anak luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi serius. Menurut saksi mata seperti dilansir News.com.au, Kamis (6/2), sebuah bom dilemparkan ke halaman sekolah tersebut ketika anak-anak tengah bermain. Fadia al-Barghathi, juru bicara rumah sakit Al-Jala, Benghazi mengatakan, enam anak yang mengalami luka-luka ringan dan sedang dilarikan ke rumah sakit tersebut. Sementara enam anak lainnya, dua di antaranya dalam kondisi serius, dibawa ke rumah sakit lain di Benghazi. Seorang pejabat keamanan menyebut kekuatan ledakan tersebut "lemah". Pengejaran tengah dilakukan polisi untuk menangkap pelaku serangan bom tersebut. "Saksi-saksi mata melihat seseorang melemparkan bahan peledak ke atas tembok sekolah saatjam istirahat," kata pejabat yang enggan disebutkan namanya tersebut. Ledakan bom di sekolah pada Rabu, 5 Februari tersebut terjadi setelah patroli unit pasukan khusus Libya, Al-Saiqa diserang oleh sekelompok pria bersenjata di Benghazi. Tak ada yang terluka dalam insiden itu. Kota Benghazi nyaris setiap hari dilanda serangan-serangan terhadap aparat keamanan dan target lainnya dalam beberapa bulan terakhir. (News.com.au/dtc/w)


Tag:
PBB

Berita Terkait

Luar Negeri

Perbaiki Pelayanan Publik, SPPT PBB di Deliserdang Diserahkan di Awal Tahun

Luar Negeri

Indonesia Dinominasikan Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026

Luar Negeri

Bencana Sumatera, Aceh Minta Dukungan PBB UNDP dan UNICEF

Luar Negeri

Unicef Tinjau Permintaan Bantuan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Luar Negeri

Realisasi Pajak Daerah Tahun 2025 Sebesar Rp.198 Miliar Lebih

Luar Negeri

Gebyar Apresiasi PBB, Pemkab Labuhanbatu Anugerahkan Penghargaan bagi Camat, Lurah, dan Kades Berprestasi