Istanbul (harianSIB.com)Virus monkey pox (
cacar monyet) atau mpox masih menjadi
darurat kesehatan masyarakat internasional, demikian disampaikan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (
WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus. " Komite Darurat
WHO, Jumat (22/11/2024) menggelar pertemuan untuk membahas
virus tersebut," kata Tedros dalam sebuah pernyataan di X, dikutip dari Antara.
Komite darurat WHO, jelas Tedros, telah memberi tahu dirinya bahwa peningkatan mpox masih menjadi keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
"Saya telah menerima saran itu," katanya seraya menekankan bahwa keputusan itu didasarkan pada jumlah kasus yang meningkat, penyebaran geografis, tantangan operasional di lapangan, dan kebutuhan untuk membangun dan mempertahankan respons yang konsisten di antara negara-negara dan mitra.
Tedros meminta negara-negara yang terdampak untuk meningkatkan upaya mereka dan mendesak masyarakat internasional untuk bekerja sama mengakhiri wabah tersebut.
WHO menyatakan, mpox sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat global pada Agustus untuk kedua kalinya dalam dua tahun, menyusul penyebaran varian baru infeksi virus dari Kongo ke negara-negara tetangga.
Mpox adalah penyakit virus, yang sebelumnya disebut cacar monyet sebelum WHO mengubah namanya pada 2022 karena adanya keluhan penyebutan tersebut bersifat rasis dan menstigmatisasi.
Penyakit zoonosis ini dapat menular ke manusia melalui kontak fisik erat dengan orang yang terinfeksi atau hewan liar kecil, atau melalui bahan yang terkontaminasi.
Gejala umum mpox meliputi ruam atau lesi, serta demam seperti flu, sakit kepala dan otot, sakit punggung, kelemahan umum, dan pembengkakan kelenjar getah bening.(*)