Peshawar (SIB)- Kaum militan membakar dua sekolah dasar di Pakistan barat laut yang bergolak pada Selasa (30/12) saat pihak berwenang memperpanjang liburan musim dingin di tengah ancaman serangan, kata sejumlah pejabat. Insiden tersebut terjadi dua minggu setelah pembantaian terhadap 150 orang di sebuah sekolah yang dikelola militer di Peshawar, di mana 134 anak termasuk di antara para korban yang ditembak mati anggota militan Taliban yang bersenjata berat. Pembakaran saat fajar ini terjadi di dua desa di distrik suku Kurram, di mana aktivitas para pemberontak Taliban dan kekerasan antara kaum Syiah dan Sunni Muslim marak terjadi.Amjad Ali Khan, pejabat tinggi pemerintahan wilayah itu, mengatakan kepada AFP bahwa para penyerang telah menyirami furniture dengan bensin sebelum melakukan pembakaran. Semua bangku dan meja kayu, beserta catatan sekolah hancur dan bangunan rusak, kata Khan.Tidak ada kelompok yang segera mengaku bertanggung jawab tetapi Khan menyalahkan "kaum militan" sebagai pelaku serangan terbaru itu. Taliban dan kaum militan lainnya menentang pendidikan terhadap anak perempuan dan ratusan sekolah sekuler dibom dan dibakar di Pakistan barat laut pada masa lalu.Tidak ada yang terluka dalam serangan pada Selasa itu karena sekolah ditutup untuk liburan musim dingin. Masa liburan telah diperpanjang pihak berwenang sampai dengan tanggal 12 Januari di tengah ancaman kekerasan lagi setelah pembantaian di Peshawar. Awalnya sekolah dibuka lagi pada 3 Januari. (kps/f)