Perayaan Tahun Baru di Berbagai Negara Sambut 2015

Dimeriahkan Kembang Api Spektakuler

* Dilanda Bencana, Malaysia Tidak Rayakan Tahun Baru
- Minggu, 04 Januari 2015 18:13 WIB

Warning: getimagesize(https://www.hariansib.com/cdn/photo/dir012015/hariansib_Dimeriahkan-Kembang-Api-Spektakuler-.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u956909844/domains/hariansib.com/public_html/amp/detail.php on line 172
SIB/AP Photo/Rob Griffith
Puluhan kembang api ditembakkan di atas Opera House dan Jembatan Harbour saat perayaan Tahun Baru di Sydney, Kamis (1/1). Saat dunia merayakan Tahun baru, Malaysia memutuskan tidak merayakannya untuk kedua kalinya dalam 10 tahun karena bencana banjir,
Hong Kong (SIB)- Semburat cahaya di langit dari kembang api, mengiringi perayaan Tahun Baru 2015 di berbagai kota besar dunia. Perayaan Tahun Baru 2015 di Hong Kong berlangsung meriah dan disambut dengan antusiasme yang besar dari para pengunjung serta masyarakat di sekitar Victoria Harbour. Hong Kong Convention dan Exhibition Centre (HKCEC) menjadi pusat tempat acara pergantian tahun berlangsung, bersama dengan penampilan Line Friends di layar LED raksasa yang turut berinteraksi dengan pengunjung."Piroteknik berbentuk bintang jatuh sebagai simbol harapan baru serta kesuksesan dalam karier, cinta, dan peruntungan turut diluncurkan dari atap gedung-gedung pencakar langit di Hong Kong setiap 15 menit mulai 31 Desember 2014 pukul 23.00," ujar Direktur Eksekutif Hong Kong Tourism Board (HKTB) Anthony Lau.Acara malam Tahun Baru di Hong Kong itu sukses dihelat HKTB dengan sponsor New World Development Company Limited. "Yang spesial dari tahun ini ada efek salju buatan yang turut dihadirkan di sekitar Hong Kong Cultural Centre bersamaan dengan penampilan dari penyanyi Joey Yung yang semakin menambah kemeriahan dalam menyambut tahun 2015," imbuh Anthony Lau.Dalam 20 detik terakhir di 2014, para pengunjung mulai berhitung mundur menyambut Tahun Baru 2015. "Dan ketika jam sudah menunjukkan pukul 00.00, permainan pyro-musical diluncurkan seketika dari pelabuhan dan gedung-gedung pencakar langit mewarnai langit Victoria Harbour selama 8 menit dengan gemerlap piroteknik, pesta kembang api, dan permainan cahaya berbentuk  lingkaran dan pelangi," pungkas Anthony Lau. Di Australia, lebih dari 1,5 juta orang diperkirakan ikut turun di pelabuhan Sydney, untuk melihat pesta kembang api. Wali Kota Sydney Clover Moore, mengatakan krisis penyanderaan yang terjadi beberapa pekan lalu, telah menjadi fokus perhatian warga. "Kami memperingati bahwa kami merupakan komunitas multi kultural yang harmonis, tetapi kami akan memikirkan tentang apa yang terjadi," ujarnya. Harbour Bridge menjadi pusat pesta kembang api di Sydney.Lebih dari 10.000 kembang api meledak di angkasa, menerangi langit gelap Australia. Bentuk kembang api ini pun beragam, ada yang mirip ledakan bola raksasa, ada yang meluncur seperti roket, sementara yang lain pecah kecil-kecil namun memberi warna-warna terang indah.Terkait perayaan Tahun Baru, Presiden Rusia Vladimir Putin mengirimkan pesannya pada beberapa pemimpin dunia, dan mengatakan pada Presiden Amerika Serikat Barak Obama bahwa AS dan Rusia mempunyai kepentingan dalam menjaga perdamaian dan stabilitas internasional. Di Brasil, lebih dari satu juta orang akan bergabung di pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Sementara itu, warga New York akan menyaksikan perayaan pergantian tahun di Times Square.Tidak Rayakan Tahun BaruKemeriahan Tahun Baru tidak bisa dirasakan masyarakat Malaysia setelah Pemerintah memutuskan tidak menyambut kedatangan Tahun Baru untuk kedua kalinya dalam 10 tahun karena bencana banjir, terutama di Pantai Timur. Pertama kali Malaysia tidak menyambut tahun baru pada 2005 karena 26 Desember 2004 mengalami tsunami mengerikan lebih dari 200.000 korban di Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Maladewa dan Sri Lanka.Acara-acara yang berjajar di Putrajaya, Dataran Merdeka dan negara-negara bagian seperti Melaka, Penang, Pahang, Negeri Sembilan dibatalkan sebagai tanda penghormatan bagi orang-orang yang menderita banjir besar di Kelantan, Terengganu, Pahang, Perak, Selangor, Perlis, Kedah dan Johor.Tahun 2014 juga telah penuh dengan tragedi penerbangan untuk Malaysia, terutama hilangnya Malaysia Airlines (MAS), penerbangan MH370 dan penerbangan MH17. Insiden terbaru adalah tragedi AirAsia Indonesia, penerbangan QZ8501 penerbangan di Laut Jawa. Perdana Menteri Datuk Seri Mohd Najib Tun Razak sekarang di Kelantan mengunjungi korban banjir dan melihat kerusakan yang disebabkan oleh banjir terburuk dalam 40 tahun.Kembang api yang biasanya menandai kedatangan tahun baru  kini diganti dengan kegiatan di masjid, kuil dan tempat ibadah lainnya menyelenggarakan doa untuk kesejahteraan para korban banjir dan keluarga mereka yang tewas dalam tragedi penerbangan. (Ant/AFP/f)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Besok Pembukaan Ramadan Fair di Medan, Dimeriahkan Ikke Nurjanah, Opick dan Gigi

Luar Negeri

Upacara HUT Ke-78 RI Dimeriahkan Atraksi Ular King Cobra di Karo

Luar Negeri

MUI Minta Umat Kembangkan Sikap Toleransi

Luar Negeri

Studi Ungkap Wanita Nigeria Kembangkan Bisnis dengan WhatsApp

Luar Negeri

Honda Kembangkan Ekonomi Pesisir dengan Penanaman Mangrove

Luar Negeri

Kelompok Tani di Nagori Saitbuttu Saribu Kembangkan Madu Lebah