Washington (harianSIB.com)Kejadian tidak terduga terjadi setelah
Donald Trump dilantik sebagai presiden Amerika Serikat ke-47.
Sesaat setelah dilantik, Trump langsung meneken puluhan hingga ratusan executive order (keputusan presiden/keppres) yang disaksikan oleh massa pendukungnya di Capitol One Arena, Washington DC, Selasa (21/1/2025) dini hari WIB.
Dari semua keppres itu, terdapat 80 keppres yang isinya membatalkan kebijakan Joe Biden, presiden dari Demokrat, yang dia gantikan.
Setelah beres menandatangani dokumen, yang tak diduga terjadi. Trump mengambil beberapa pulpen yang baru saja dipakainya dari mejanya. Lalu dia berdiri di tengah acara, kemudian membagi-bagikan pulpen yang digenggamnya ke massa yang menyaksikan acara perayaan pelantikan Trump itu.
Dikutip dari kumparan.com, aksi Trump yang selama ini dikenal sebagai pebisnis, presenter acara realitas, dan politikus itu membuat massa bersorak sorai dan berebut menangkap pulpen yang dilemparkan oleh Presiden.
Mereka yang tak kebagian pulpen cukup puas dengan melakukan swafoto (selfie) dengan pulpen tersebut.
Mengutip Reuters, keppres yang ditandatangani Trump antara lain, menetapkan kartel kriminal sebagai organisasi teroris, menargetkan kewarganegaraan otomatis bagi anak-anak imigran yang lahir di AS yang tinggal di negara itu secara ilegal, dan menyatakan imigrasi ilegal di perbatasan AS-Meksiko sebagai keadaan darurat nasional.
Trump juga menandatangani keppres yang diharapkan akan menangguhkan program pemukiman kembali pengungsi AS selama empat bulan, meskipun naskah keppres tersebut belum tersedia saat ini. (*)