Baghdad (SIB)- Organisasi teroris Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) membunuh dua wartawan Irak setelah menculik mereka di Provinsi Ninawa dan Al-Mosul. Satu sumber intelijen Irak mengatakan kepada koresponden SANA di Baghdad, Minggu, bahwa ISIS membunuh dua wartawan, Suhail Bayatti dan Issam Mahmoud.Bayatti, yang bekerja untuk TV al-Anbar, tewas beberapa jam setelah diculik oleh ISIS di kota al-Rutba, dekat perbatasan dengan Suriah, sementara Mahmoud, yang bekerja untuk TV Al-Mosul, tewas di pangkalan Ghazlani setelah beberapa pekan penculikan, sumber tersebut menambahkan. Ini kejahatan ISIS yang terjadi sehari setelah mereka menghancurkan Masjid Sultan Weis yang bersejarah di al-Mosul tengah dan mengancam menghancurkan 10 masjid lainnya.Tentara Saudi TewasSejumlah orang bersenjata menewaskan dua tentara penjaga perbatasan Arab Saudi, termasuk seorang perwira senior, dan melukai seorang tentara di perbatasan dengan Irak. Serangan ini terjadi ketika para pelaku yang tidak diketahui identitasnya menembaki patroli perbatasan dekat Arar pada Senin (5/1), dan ketika salah satu penyerang tertangkap dia meledakkan dirinya. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri mengatakan salah seorang yang tewas adalah perwira senior, namun dia menolak menyebutkan namanya. Akan tetapi media lokal, seperti situs berita Sabq, mengatakan perwira itu adalah Jenderal Oudah al-Belawi. Perbatasan Arab Saudi dengan Irak sangat dijaga ketat dengan lampu sorot dan pagar serta diawasi dengan kamera pengintai dan radar. Daerah ini sebelumnya selalu diserang dari kejauhan melalui bom mortir, tetapi serangan dengan sasaran tertentu jarang dilakukan. Arab Saudi meningkatkan keamanan di garis perbatasan pada Juli lalu, dengan menambah jumlah pasukan untuk mendukung pasukan penjaga perdamaian, setelah kelompok ISIS berhasil merebut sejumlah besar wilayah Irak seperti provinsi Anbar yang berbatasan dengan Arab Saudi. Pasukan Arab Saudi telah bergabung dengan serangan udara koalisi pimpinan AS dalam menyerang ISIS di Suriah. Kelompok Islamis ini menghimbau para pendukungnya untuk melakukan serangan individu ke negara-negara yang tergabung dalam koalisi itu, dengan menyerang pasukan keamanan, masyarakat minoritas Syiah dan warga asing. (Ant/CNNIndo/q)