Belanda Selidiki Intelijen Terkait Penembakan Pesawat MH17

- Kamis, 08 Januari 2015 16:21 WIB
Den Haag (SIB)- Penyelidikan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 di Ukraina terus berlangsung. Pemerintah Belanda yang memimpin penyelidikan, ingin mengetahui apakah intelijen mereka sempat memberi peringatan kepada MH17 soal bahaya terbang di atas wilayah konflik. Otoritas Belanda masih mencari tahu penyebab jatuhnya MH17 yang menewaskan 298 penumpang dan awak pesawat. Pesawat jenis Boeing 777 ini jatuh pada Juli 2014 lalu, ketika melintasi wilayah udara Ukraina bagian timur.Seperti dilansir AFP, Rabu (7/1), otoritas Belanda ingin tahu mengapa rute penerbangan tersebut dinyatakan aman, padahal Ukraina sedang dilanda konflik dengan separatis pro-Rusia di wilayah tersebut. Badan keselamatan Belanda yang bertanggung jawab atas penyelidikan MH17 meminta Komisi Pengawas Dinas Keamanan dan Intelijen Belanda (CTIVD) untuk menyelidiki pengkajian yang dilakukan badan intelijen domestik (AIVD) dan badan intelijen militer (MIVD) terhadap rute penerbangan di atas wilayah Ukraina, sebelum insiden MH17 terjadi."Informasi apa yang dimiliki oleh dua badan intelijen tersebut terkait situasi keamanan di Ukraina timur sebelum MH17 jatuh, dan bagaimana mereka menyampaikan berbagai informasi dengan pihak penerbangan terkait? Apa alasan mereka melakukan atau tidak melakukannya (memberi peringatan)?" jelas CTIVD dalam pernyataannya.MH17 yang terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ini, ditembak jatuh rudal ketika mengudara di atas wilayah Ukraina Timur. Hingga saat ini masih belum diketahui siapa yang menembak jatuh MH17.Ukraina dan negara Barat menuding Rusia bertanggung jawab atas insiden tersebut. Rusia dituding telah memberikan suplai peluncur rudal darat-ke-udara kepada separatis pro-Rusia yang bertempur di Ukraina Timur. Menanggapi hal tersebut, Rusia balik menuding bahwa jet tempur militer Ukrainalah yang telah menembak jatuh MH17.Sementara itu, diketahui ada tiga pesawat komersial lainnya yang terbang berdekatan dengan MH17 saat kejadian. Tidak disebut maskapainya, hanya disebut ada dua pesawat Boeing 777 dan sebuah pesawat Airbus 330 yang terbang tak jauh dari MH17, ketika pesawat itu ditembak jatuh dari ketinggian 10 ribu meter. (AFP/dtc/i)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Update Terkini, Jalan Nasional Sibolga - Tarutung Dapat Dilalui Kenderaan

Luar Negeri

Imlek Digital: Generasi Muda China Transformasikan Tradisi ke Dunia Maya

Luar Negeri

Rentetan Tembakan Hentikan Pertandingan Hoki di AS, Tiga Orang Tewas

Luar Negeri

Jeremi Wilson Hutajulu Sabet Medali Perunggu di Kejuaraan Karate Kejatisu Cup

Luar Negeri

Tambahan Korban Kekerasan Seksual Terungkap, Anggota DPR RI Kawal Orang Tua Buat Laporan ke Polres Asahan

Luar Negeri

Trafo Listrik Rusak, Kilang Padi Tani Jaya di Perbaungan Rugi Puluhan Juta Rupiah