Colombo (SIB)- Pemerintahan baru Sri Lanka akan menyelidiki dugaan upaya kudeta yang dilakukan mantan Presiden Mahinda Rajapaksa untuk mempertahankan kekuasaannya setelah hasil pemilu menunjukkan kalah dari lMaithripala Sirisena. “Beberapa orang mengatakan transisi pemerintahan berjalan lancar. Namun semuanya tidak benar. Orang harus mengetahui apa yang terjadi di balik layar,†ungkap Mangala Samaraweera, jubir Presiden Maithripala Sirisena.Beberapa minggu sebelum hasil pemilu diumumkan, Rajapksa diperkirakan akan meraih kemenangan mudah. Namun Sirisena, mantan menteri kesehatan, yang keluar dari partai berkuasa dan mendapatkan dukungan dari anggota parlemen yang menentang Rajapaksa, partai-partai oposisi dan etnis minoritas, meraih kemenangan.Setelah mengakui kekalahan, Rajapaksa meninggalkan istana kepresidenan dengan mengatakan dirinya menghormati mandat warga. Akan tetapi Samaraweera mengatakan Rajapaksa berusaha mengerahkan militer dan polisi untuk menghentikan penghitungan suara saat hasil pemilu mulai menunjukkan kemenangan Sirisena. Rajapaksa memanggil kepala polisi dan militer serta jaksa agung pada Kamis malam dan meminta mereka menyiapkan rencana. Namun tiga pejabat menolak permintaan tersebut. “Warga harus mengetahui akan bahayanya situasi dan kudeta Rajapaksa akan menguburkan demokrasi,†ujar Samaraweera seraya menambahkan tugas pertama pemerintahan baru akan “menyelidikinya.†(AP/R15/ r)