Pemimpin Hong Kong Imbau Aktivis Demokrasi Tidak Anarkis

- Kamis, 15 Januari 2015 12:34 WIB
Hong Kong (SIB)- Pemimpin Hong Kong Leung Chun-ying mengimbau pengunjuk rasa pro-demokrasi untuk tidak menggunakan anarki ke area pusat keuangan saat berunjuk rasa, Rabu,  saat ia berusaha meningkatkan dukungannya dalam pidato kebijakan pertamanya sejak demonstrasi tahun lalu.Sebelum Leung menyampaikan pidatonya di parlemen, anggota parlemen oposisi meminta dia untuk turun sambil memegang spanduk menuntut demokrasi penuh. Beberapa anggota juga terlihat berjalan ke luar ruangan sambil memegang payung kuning sebagai simbol atas protes tahun lalu yang belum pernah terjadi sebelumnya."Seiring kita mengejar demokrasi, kita harus bertindak sesuai dengan hukum atau Hong Kong akan berubah menjadi anarki," ujar Leung kepada legislator dalam sambutannya.Bekas koloni Inggris yang kembali ke Tiongkok pada tahun 1997 di bawah formula "satu negara, dua sistem" akhirnya memberikan otonomi dari Tiongkok daratan dan menjanjikan hak pilih universal.Beijing telah memungkinkan penyelenggaraan pemilu bebas untuk pemimpin kota pada tahun 2017, namun bersikeras untuk menyeleksi setiap calon terlebih dahulu.Selama lebih dari dua bulan pada akhir 2014 para pengunjuk rasa menuntut demokrasi penuh dengan menduduki bagian vital Hong Kong dengan menyalahkan Leung sebagai target kemarahan mereka.Saat ini Leung harus mencoba untuk tingkat popularitasnya di antara penduduk yang berada di bawah pantauan Beijing, meskipun Leung tidak mampu menawarkan sesuatu yang signifikan di jalan reformasi demokrasi.Pada saat yang sama ia harus melakukan tindakan penyeimbangan dengan mempersatukan perpecahan, mempertahankan hubungan yang kuat dengan penguasa Partai Komunis di Tiongkok, di mana ekonomi Hong Kong sangat tergantung, dan memastikan bahwa ekonomi kota - diperkirakan akan tumbuh sekitar 2,2 persen tahun ini.Dalam pidato yang kurang inisiatif, Leung berfokus pada isu-isu bahan pangan termasuk perumahan  yang menjadi topik penting di Hong Kong dan mengatakan ia akan berusaha untuk lebih meningkatkan pasokan lahan untuk meningkatkan keterjangkauan di salah satu properti di salah satu area pasar dunia yang paling mahal."Meningkatkan dan mempercepat penyediaan lahan adalah solusi mendasar untuk mengatasi masalah lahan dan perumahan di Hong Kong," kata Leung.Leung, tidak menyebutkan secara spesifik spekulasi pemerintah untuk berusaha membuka taman untuk pembangunan terbatas, yang kemungkinan akan memicu amarah aktivis lingkungan. (Ant/d)


Tag:

Berita Terkait

Luar Negeri

Pembunuhan Sekeluarga di Malaysia, 5 Orang Tewas

Luar Negeri

Janses Simbolon Terpilih Aklamasi Jadi Ketua DPC Partai Hanura Medan Periode 2025–2030

Luar Negeri

Ketua MBI Sibolga : Perayaan Imlek Tanpa Euforia Berlebihan, Masih Dirundung Duka Bencana

Luar Negeri

Antusias Warga Tionghoa Padati Vihara di Pematangsiantar Rayakan Imlek 2026

Luar Negeri

IKPI Medan Raih Predikat Terbaik Pertama se Indonesia

Luar Negeri

Dinas Pendidikan Pematangsiantar Terbitkan SE Jadwal Pembelajaran Selama Ramadhan dan Libur Idul Fitri