London (SIB)- Banyak warga Yahudi di Inggris yang mengkhawatirkan masa depan jangka panjang mereka di negara tersebut ataupun Eropa. Setidaknya demikian menurut hasil survei terbaru yang dirilis hari Rabu (14/1). Dalam polling yang dilakukan organisasi Kampanye Melawan Anti-Semit (CAA), terlihat bahwa 45 persen responden khawatir bahwa Yahudi tak akan punya masa depan di Inggris. Sementara sebanyak 58 persen responden khawatir bahwa mereka tak punya masa depan jangka panjang di Eropa.Polling ini dilakukan dengan melibatkan 2.230 warga Yahudi Inggris. Survei online ini dilakukan mulai 23 Desember 2014 hingga 11 Januari lalu, kurun waktu yang mencakup serangan-serangan di Paris, Prancis yang menargetkan majalah Charlie Hebdo dan supermarket Yahudi."Hasil survei ini merupakan pengingat mengejutkan langsung setelah kejahatan di Paris," tutur ketua CAA, Gideon Falter. "Inggris kini berada di titik kritis. Jika anti-Semit terus dibiarkan, itu akan berkembang dan Yahudi Inggris akan semakin mempertanyakan tempat mereka di negara mereka sendiri," imbuhnya.Sebanyak seperempat dari mereka yang disurvei CAA ini mengaku bahwa dalam dua tahun terakhir ini, mereka telah mempertimbangkan untuk pergi dari Inggris. Berdasarkan data resmi dari kepolisian metropolitan London, kejahatan anti-Semit telah meningkat lebih dari dua kali lipat di ibukota Inggris itu dalam 12 bulan hingga November 2014, jika dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.Sementara itu empat warga Prancis penganut Yahudi yang tewas dalam penyanderaan di supermarket di Paris, telah dimakamkan. Pemakaman digelar di Yerusalem dengan dihadiri ribuan orang. Penguburan keempat korban di pemakaman Givat Shaul, pinggiran Yerusalem ini berlangsung emosional dan dilakukan di bawah pengamanan ketat. Dilaporkan sekitar 2.500 orang hadir dalam pemakaman ini, termasuk Presiden Israel Reuven Rivlin dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Empat korban tewas yang dimakamkan di Yerusalem adalah Yohan Cohen (22), Yoav Hattab (21), Phillipe Barham (45) dan Francois-Michel Saada (64). Keempatnya merupakan warga negara Prancis."Ini bukanlah cara kami ingin menyambut Anda di Israel," ucap Presiden Rivlin sembari menyebut nama korban satu persatu sembari menahan tangis. "Kami ingin Anda tetap hidup," imbuhnya. "Hari ini, lebih dari sebelumnya, Israel merupakan rumah yang sebenarnya bagi kita semua, dan semakin banyak jumlahnya dan semakin kita bersatu di wilayah kita, semakin kuat kita di satu-satunya negara ini -- itulah yang menjadi harapan seluruh warga Yahudi," sebut Netanyahu yang berbicara setelah Presiden Rivlin.Banyak pelayat yang datang langsung dari Prancis untuk mengikuti pemakaman keempat korban, terutama keluarga dan rekan-rekan korban. Sementara itu, keputusan Netanyahu untuk menghadiri keempat warga Prancis ini tergolong langka. Atmosfer politis terasa sangat kental dalam pemakaman ini, mengingat pemilu akan digelar pada 17 Maret mendatang di Israel. Tokoh oposisi Israel, Isaac Herzog juga hadir dan ikut memberikan pidato.Netanyahu tidak hadir dalam pemakaman empat rabbi dan seorang polisi yang tewas dalam serangan warga Palestina di sebuah sinagoga di Yerusalem pada November 2014 lalu. Netanyahu juga tidak hadir dalam pemakaman empat warga Yahudi asal Prancis yang tewas dalam serangan di Toulouse pada tahun 2012 lalu. Padahal keempatnya dimakamkan di Yerusalem. Saat ditanya mengapa Netanyahu memutuskan untuk hadir dalam pemakaman ini, juru bicaranya enggan berkomentar. Klaim Bertanggung JawabKelompok Al-Qaeda di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan di kantor majalah satir Prancis, Charlie Hebdo. Disebutkan bahwa serangan itu diperintahkan oleh pemimpin Al-Qaeda sebagai balasan atas penghinaan Nabi Muhammad. Demikian menurut rekaman video yang diposting di YouTube seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (14/1)."Adapun soal Pertempuran Paris yang diberkati, kami, Organisasi Al-Qaeda al-jihad di Semenanjung Arab, mengklaim bertanggung jawab atas operasi ini sebagai pembalasan bagi Utusan Allah," ujar Nasser bin Ali al-Ansi, pemimpin kelompok Al-Qaeda di Yaman, AQAP dalam rekaman video tersebut.Sebanyak 12 orang termasuk polisi dan jurnalis tewas dalam serangan brutal di kantor Charlie Hebdo di Paris pekan lalu. Serangan itu disebutkan sebagai pembalasan atas publikasi kartun-kartun Nabi Muhammad yang telah dilakukan media mingguan itu.Ansi menyatakan, orang yang memilih target, membuat perencanaan dan mendanai operasi tersebut adalah pemimpin organisasi tersebut. Namun dia tidak menyebutkan nama. Dikatakan Ansi, serangan itu dilakukan atas perintah pemimpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahri, yang telah menyerukan muslim di dunia untuk melancarkan serangan di Barat dengan menggunakan cara apapun yang mereka bisa. Belum jelas apakah rekaman video tersebut memang asli dikeluarkan oleh Al-Qaeda. (Detikcom/d)