Manila (SIB)- Puluhan ribu orang berbaris di pinggir-pinggir jalan di Manila, ibukota Filipina, Kamis (14/1), untuk menyambut kedatangan Paus Fransiskus. Ini merupakan lawatan pertama Paus ke negara Katolik terbesar di Asia tersebut. Kedatangan Paus disambut dengan penjagaan super ketat. Hampir 50 ribu tentara dan polisi dikerahkan di Manila, juga di provinsi Leyte yang akan dikunjungi Paus pada akhir pekan ini. Penjagaan super ketat ini dikarenakan lawatan dua Paus lainnya di masa silam diwarnai dengan percobaan pembunuhan.Dari kabin pesawat yang membawanya, Paus Fransiskus bisa melihat ratusan anak-anak menyambutnya dengan ucapan "Selamat Datang Paus Fransiskus" begitu pemimpin Gereja Katolik sedunia itu tiba di bandara Manila. Sebelumnya, Paus mengatakan, kunjungannya ke dua negara Asia itu menandai pertumbuhan Gereja Katolik yang cukup pesat di Asia. Secara khusus, dia memuji Filipina sebagai contoh terbaik di kawasan ini.Lonceng-lonceng gereja dibunyikan di berbagai penjuru Filipina saat pesawat yang mengangkut Paus mendarat di bandara internasional Manila. Warga yang berkerumun di bandara bertepuk tangan dan bersorak-sorai ketika Paus Fransiskus melangkah keluar dari dalam pesawat. "Sungguh merupakan anugerah bisa melihat Paus. Itu sebabnya kami berada di sini," kata Jeannie Blesado (35), seorang guru yang sudah menunggu di tepian jalan selama enam jam sebelum kedatangan Paus. Sebelumnya pada Rabu, 14 Januari kemarin, Presiden Benigno Aquino meninjau langsung tempat-tempat publik dan rute iring-iringan kendaraan yang akan membawa Paus. Bahkan menurut Menteri Dalam Negeri Filipina Manuel Roxas, Aquino bersedia menjadi "pengawal pribadi" Paus guna memastikan keselamatannya.Di Manila, sekitar enam juta orang diperkirakan akan membanjiri Taman Rizal, taman terbesar di ibukota Filipina itu pada Minggu, 18 Januari mendatang. Mereka akan datang untuk mendengarkan apa yang akan disampaikan Paus dalam acara misa.Paus berumur 78 tahun itu juga dijadwalkan berkunjung ke provinsi Leyte, yang masih berjuang untuk pulih usai Topan Haiyan yang menewaskan sekitar 6.300 orang pada tahun 2013. Sekitar dua juta orang diperkirakan akan menghadiri misa terbuka yang akan digelar pada Sabtu, 17 Januari di bandara Tacloban City, yang nyaris hancur total akibat amukan Topan Haiyan. Dalam rangka lawatan Paus ini, pemerintah Filipina telah menetapkan tiga hari libur umum guna mengosongkan lalu lintas di Manila, yang dihuni sekitar 12 juta jiwa. Pemerintah bahkan juga menutup pasar-pasar finansial.Pemerintah Filipina mengatakan, jika jumlah umat Katolik yang menghadiri misa sebanyak yang diperkirakan, jumlah itu akan mematahkan rekor jumlah umat yang menghadiri misa yang dipimpin Paus Yohanes Paulus II pada 1995. (Detikcom/f)