Washington(harianSIB.com)
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sangat marah, karena seorang gadis Ukraina yang lari mengungsi akibat perang dengan Rusia, malah tewas dibunuh residivis di dalam kereta api di AS.
Presiden Donald Trump menyalahkan oposisi dari Partai Demokrat, karena selama ini sering menghalanginya memenjarakan orang-orang jahat yang berkeliaran di jalanan.
"Darah wanita tak berdosa ini benar-benar terlihat menetes dari pisau si pembunuh, dan sekarang darahnya ada di tangan kaum Demokrat yang menolak memenjarakan orang jahat, termasuk Mantan Gubernur yang dipermalukan dan 'Wannabe Senator' Roy Cooper ", tulis Trump Truth Social, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, Rabu (10/9/2025).
Gadis Iryna Zarutska (23 tahun), baru saja tiba di AS dari tanah airnya Ukraina, yang dilanda perang melawan Rusia.
Baca Juga: Trump Marah ke BRICS, Ancam Tarif Tambahan 10 Persen Ia menaiki kereta di South End, Charlotte, Carolina Utara, tepat setelah pukul 9.45 malam pada hari Jumat 22 Agustus 2025, ketika dia diserang seorang penumpang lelaki yang duduk di belakangnya.
"Saya telah melihat video mengerikan seorang pengungsi Ukraina muda yang cantik, yang datang ke Amerika untuk melarikan diri dari Perang Ukraina yang kejam, dan tanpa sengaja menaiki Metro di Charlotte, Carolina Utara, di mana dia disergap secara brutal oleh seorang gila yang mengalami gangguan mental," kata Presiden Trump.